Dear Docs n Sps Moms n Dads also,
Mungkin ada yg pernah ngalamin seperti saya.
Anak saya (4Y10M) cenderung susah ngomong (gugup) dan menangkap pembicaraan
atau apa yg d ajarkan ke dia, kadang kalo d tanya jawabnya suka ga nyambung. Dan
setiap d ajari selalu keringetan ga karuan trus nangis (mungkin krn gugup n
takut). Apalagi kalo d bilangin, ia jawab 'iya ma, iya pa' tp tetep d ulangin
lagi.
Pernah waktu itu saya lg ngajarin berhitung 1-5, susahnya minta ampun,
keringetan n nangis (cengeng) padahal saya ngajarin sesabar sabarnya. Tp begitu
dia lg mainan tiba2 berhitung 1-5 dengan lancar (tanpa saya suruh).
Suatu sore suami nanya ke saya siapa yg ngajarinnya berhitung pake bahasa
inggris (1-10), (padahal )saya merasa ga pernah ngajarin. Begitu d tanya
jawabnya dr kartun yg sering dia tonton (Subhanallah).
Tp yg bikin saya n suami heran, kenapa waktu d ajarin ia ga bs tp malah
keringatan n nangis?? Apalagi kalo ngerjain PR, kadang saya sampai nangis krn ia
ga bs n ngerti apa yg saya berusaha sampaikan (waktu ngerjain atau belajar
sesuatu). Apakah anakku kelainan ato mengidap suatu penyakit?
Mohon masukan dan pencerahannya, mohon maav kalo udah pernah d bahas.
Terikamasih
Respon Saya :
ikutan menanggapi ya.
dari cerita mba dipastikan anaknya tidak mengalami disfungsional atau kelainan.
wajar kok mba. hal tersebut kerap terjadi pada anak2.
lalu kenapa itu bisa terjadi? sebetulnya kalo boleh bertanya, sebetulnya saat sang anak belajar yang lebih dulu spaneng (stress) itu sapa ya? ayah bundanya kah?
kerap ortu kurang menyadari n memperhatikan dirinya sendiri saat berhadapan dengan anak. kerap kali saat belajar terlebih ortu belum2 sudah berharap banyak, dan ketika harapannya tidak kesampaian mereka begitu kecewa sehingga tanpa mereka sadari kekecewaan itu tertangkap teramat jelas oleh anak. Kalo anak mba diberi kelonggaran untuk mengungkapkan uneg2nya, mungkin ia bahkan bisa mengungkapkan detil mimik sang mama saat mengajarinya. Mungkin senyum mama yang biasa sumingrah menjadi irit saat waktu belajar tiba, suara mama mungkin terdengar ganjil bila ia tidak mampu cepat menangkap yang dijabarkan mama, dll.
selain itu, ortu kerap kali lupa bahwa anak, terlebih balita kemampuan kognitifnya masih terbatas. sehingga memahami angka yang paling sederhana 1-5 sekalipun adalah pekerjaan yang menguras tenaga untuk mereka. Jadi bila hari senin baru diajari angka 1-5, janganlah bermimpi besok anak sudah paham. Bila anak baru paham minggu depan, itu sudah bagus lho. Bersamaan dengan itu, lagi2 ortu kerap lupa durasi belajar pada anak balita itu sangat variatif. Hari ini bisa betah 15 menit, besok cuma 5 menit, besok bisa 20 menit karena pujian2 makin banyak diterimanya, dll
dan yang terakhir, lagi2 ortu kerap tanpa sengaja melirik kemampuan anak lain sebaya anaknya, dan lalu menjadi cemas saat anaknya belum bisa ini itu bila dibandingkan temannya itu. belum lagi iklan2 yang betebaran di media massa yang semakin membuat cemas, saat di iklan2 itu menggembar-gemborkan anak2 nan mungil yang terkesan cerdas, smart dan membanggakan.
coba dey mba sediakan waktu yang rileks lalu tanyakan sang anak tentang perasaannya saat waktu belajar tiba. tanyakan pula keinginannya waktu belajar itu berlangsung seperti apa. tanyakan pula apa yang diharapkannya dari mama/papa saat waktu belajar tiba. dan terakhir jangan lupa katakan mama/papa selalu mencintainya dan selalu bangga padanya.
semoga membantu ya
PUTRI
Agustus 05, 2009
Juli 21, 2009
KLIPING SEHAT : Diet Sehat
Dear all,
Tolong dong.....
BB 50kg TB 155cm
Aku ngerasa perut aku tuh gendut bgt... maksudnya gak enak dilihat,
pengennya sih flat gitu deh
Untuk 2 minggu ini aku dah coba dengan diet kecil2an
Pagi: just sereal jam 8am
Siang: ½ nasi dan lauk pauk nya jam 12pm
Trus udah deh aku gak makan lagi....
Ya,, memang sih aku gak olah raga karena emang gak ada waktu nya .... :-(
Jadi tolong yah.... Saran nya dan masukan nya untuk diet yang sehat tapi cepat..
Ideal ku sepertinya 45-43 dehh... maunya hehehe....
Thanks
L
Respon Saya:
jadi tergelitik pengen urun rembug, hehehehhe *sesama sedang berupaya diet*
pertama, BB 50kg TB 155cm udah ngerasa gendhut??? wah, perlu liat rumusan lagi tuh.
Tujuan dietnya apa dulu? Pengen turun sekian kilo lagi? Ato sebetulnya bete ngeliat perut ya agak membuncit n mengendur?
Kalo menurut saya siy mba ... BB n TB mba dah cukup ideal. Jadi kenapa pengen tambah kurus lagi?
Kalo soal perut mengendur n membuncit ..... nah ini kuncinya sebetulnya cuma olah raga.
Yang membentuk tubuh kita jadi kencang, berlekuk indah kan cuma otot yang padat. Bukan tubuh yang kurus.
Ya kalo belum punya waktu olah raga, mungkin memang diawali diet sehat dulu kali ya, biar nga kebablasan, hehehehehhe ....
Tak ndongeng sebentar ya *maklum dah lama nga dongeng di milis sehat*
Sering sekali orang salah kaprah berdiet dengan mengurangi konsumsi makan. Karena dengan makan apalagi hingga kenyang membuat perut tampak besar, maka kebanyakan orang berasumsi, berarti kita tidak boleh makan sampai
kenyang kalau ingin kurus. Hal itulah yang dipercayai hampir semua
orang saat ini. Bahkan ada yang sampai berusaha sebisa mungkin menahan
rasa lapar sekuat tenaga (dalam sehari cuma makan 1x) demi tubuh yang lebih langsing. Sudah gitu sekali makannya itu cuma makan buah tertentu thok (sedang santer denger2 "diet pisang". tiap hari hanya makan pisang thok .... gwe dengernya aje ngeri bok)
Padahal dengan mengurangi konsumsi makan kita memaksa metabolisme tubuh melambat. Dan saat metabolisme tubuh melamban, justru semakin sulitlah tubuh membakar lemak, dan makin sulit pulalah berat badan dikurangi.
Analoginya begini:
Apa yang kita lakukan bila kekurangan uang? Berhemat, kan. Kita berusaha mengelola cash flow finansial agar uang yang ada cukup memenuhi seluruh pengeluaran (ini nga mbahas credit card segala lho ya ;-p). Hal yang sama persis dilakukan tubuh kita saat kita berupaya keras mengurangi konsumsi makanan kita ke dalam tubuh. Tubuh akan memberi info ke otak bahwa kebutuhan kalori tidak terpenuhi. Maka, otak akan mengatur sinyal bahwa tubuh sedang dalam kondisi BERTAHAN HIDUP atau DALAM BAHAYA.
Lho kok bisa gitu? Pernah nga denger ada korban gempa bumi, terkubur reruntuhan selama 5 hari tidak makan dan masih bisa diselamatkan dan tetap hidup? Ato korban kapal tenggelam, bisa selamat setelah berhari2 terapung2 di lautan?
Itulah letak kecanggihan tubuh kita. Ketika kita mengkonsumsi
kalori yang dibawah standard, tubuh akan masuk ke mode "bertahan hidup"
atau mode "dalam bahaya". Sehingga metabolisme tubuh akan diturunkan untuk
menghemat cadangan energi dalam tubuh. Dan fatalnya adalah ketika tubuh
dalam kondisi seperti ini, makanan apapun yang masuk, akan disimpan
menjadi lemak karena tubuh takut tidak tahu kapan ada makanan lagi masuk.
Tubuh melakukan penghematan energi. Yang artinya lagi, tubuh justru ngeman2 lemak yang ada.
Semakin keras upaya kita mengurangi konsumsi makanan, maka tubuh pun akan semakin keras berupaya ngeman2 lemak yang ada di dalam tubuh. Itulah mengapa seluruh ahli gizi/nutrisi tidak akan pernah menyarankan berdiet dengan cara mengurangi konsumsi makanan secara besar2an agar berkurang BB, such as skip breakfast or skip dinner.
Lagi pula kalau pun mengurangi konsumsi makanan berhasil mengurangi BB, maka:
1. Keberhasilannya tidak akan berlangsung countinue
2. Sangat mungkin terjadi YOYO DIET
3. Kemungkinan besar mengalami kekurangan gizi tingkat sederhana. Jangan salah lho, kurang gizi gejalanya bukan busung lapar thok, tapi ...... rambut rontok, kulit kusam, tiba2 jadi sering ketularan sakit, suhu tubuh juga jadi kacau-siang bolong orang pada kepanasan, justru berasa sejuk ato malah agak kedinginan, tiba2 jadi punya migren, dll
Lalu bagaimana MEMPERCEPAT METABOLISME TUBUH, MENGURANGI LEMAK, dan BERDIET SEHAT??
Masih inget tata laksana pengenalan makanan pada bayi kan?
Ada sarapan, ada selingan antara sarapan dan makan siang, ada makan siang, ada selingan makan siang dan makan malam, dan ada pula makan malam.
Yup, tata laksana makan yang tepat adalah persis seperti tata laksana pengenalan makanan pada bayi.
Hhhaaaa ... mosok? Mana mungkin makan lebih banyak jadi langsing?
hehehehhe ......
Kondisinya sama persis waktu kita pertama ikutan milis sehat disodorin artikel pembukaan bagian "Saat anak anda demam, janganlah dikompres es. Tata laksana anak demam adalah rendamlah anak pada air suam2 kuku."
Kaget or not, suka nga suka mendengarnya, begitulah tubuh kita berbicara. Tubuh kita akan memberi sinyal lapar tiap 3-4 jam sekali sesudah kita makan. Dan kurang lebih selama 3-4 jam itu pulalah makanan yang masuk ke tubuh rampung melalui sistem pencernaan tubuh kita.
Lalu gimana caranya makan 5x/6x sehari justru bisa mempercepat metabolisme tubuh, membakar lemak, dan disebut diet yang sehat??
Dengan selalu menjaga kesinambungan stock n demand, maka metabolisme tubuh akan bekerja baik dan normal. Bahkan kebutuhan asupan gizi akan terpenuhi bila dapat menjaga komposisi 55% untuk karbohidrat, 25% protein dan 20% lemak. Atau bila merasa itu berlebih maka
45% untuk karbohidrat, 35% untuk protein dan 20% untuk lemak. Inget piramida makanan kan?
Lalu apa itu berarti makan besar sebanyak 5x/6x dalam sehari? Enggaklah. Ya, seperti pada bayi, makan besar sebanyak 3x (sarapan, makan siang, makan malam) plus 2x/3x makan snack (makan disela2 makan besar).
Berikutnya komposisi dan menu makanan yang seperti apa yang akan mewujudkan BB ideal/langsing?
Sumber karbohidrat, protein dan lemak ada macam2, so pilih yang akan membantu kita mencapai goal tersebut.
Pilih karbohidrat yang masa pembakarannya lebih lamban. Nasi putih, gula (apa pun jenisnya), roti putih, dan pasta adalah tipe karbohidrat yang cepat dibakar tubuh. Sehingga cepat jadi sumber energi dan gula dalam tubuh, dan bila kadarnya melebihi kebutuhan kalori maka akan ditimbun dalam bentuk lemak tubuh. Itulah sebabnya nasi putih sering diharamkan ahli gizi/nutrisi dalam menu diet. Tapi, sekali lagi bukan berarti kita jadi skip breakfast or skip dinner gara2 nasi putih dianggap tipe karbohidrat yang buruk. Masih begitu banyak sumber karbohidrat lain yang masuk dalam kategori baik such as beras merah, roti gandum kasar, outmeal.
"tapi gwe nga kuat kalo nga makan nasi."
Yakinlah semua butuh adaptasi. Sama persis seperti bayi yang sedang berkenalan berbagai macam makanan. Selama kita nga pernah skip salah satu waktu makan, berusaha memberi makan tubuh saat tubuh dah tereak lapar, nasi cuma sebentuk karbohidrat tuk lidah n tubuh kita.
Saya dulunya juga nasi putih minded. Tapi setelah belajar lagi pola makan yang benar seperti bayi, oke2 aja tuh nga makan nasi putih. Nasi putihnya diganti nasi merah, kadang singkong/ubi rebus, kadang roti gandum kasar, dll. Awalnya saat transisi jelas sistem pencernaan protes, terbukti dengan saya sempet juga ngalamin agak diare. Tapi ya cuma makan waktu 1-3 hari. Bener2 persis tata laksana pengenalan makanan pada bayi. Awalnya karbohidrat2 baik itu cuma jadi makanan selingan, lidah udah oke, coba jadi makanan utama, dengan cara masih mix dengan nasi putih, lidah n perut udah oke, bye2 nasi putih ;-)
Begitu pula halnya dengan lemak. Karena ingin diet kerap kali kita menganggap yang namanya lemak such as ayam n daging merah selalu buruk. Padahal ya nga juga lho. Kalo kita selalu pilih dada ayam tanpa kulit, itu termasuk lemak baik. Selalu pilih bagian sirlion pada daging merah juga bagus lho. Lagipula kita suka lupa lemak itu tidak hanya daging2an, tapi termasuk juga mentega, minyak goreng, snack kemasan. Kita mengkonsumsi lemak2 terakhir itu umumnya memang sedikit, tapi kalo ditotal2 lemak itulah yang justru lebih sering kita konsumsi ketimbang dada ayam sama daging sirlion. Padahal itu termasuk lemak buruk karena menghambat metabolisme tubuh, menambah berat badan dan meningkatkan resiko diabetes, penyakit jantung dan kanker.
So, sekalipun kita skip breakfast, skip dinner kalo kebiasaan makan tempe goreng tepung, singkong/ubi goreng masih jadi camilan pengganti saat makan utama yang kita hilangkan .... mimpi kali ya bok kalo mo langsing, hehehehhehehe.
Tempenya bagus, singkong n ubi bagus, tapi kalo dicemplungin ke minyak goreng yang kimploh2 ..... duuhh ilang deh bagus2nya buat tubuh.
Singkat menunya kurang lebih:
Sarapan
1 Omelet telur atau telur rebus2 potong roti gandum utuh/ 1 cup oatmeal
Snack Pagi
1 cangkir susu low fat
1 buah apel/jeruk/pir
Makan Siang
1 ons dada ayam/ikan/daging sapi utuh1 cup nasi coklat (brown rice)/ nasi merah1 cup sayuran
Snack Siang
2 potong ubi rebus
1 cup kacang hijau
Makan Malam
1 ons dada ayam/ikan/daging sapi utuh1 cup sayuran
Kenapa makan malam dalam menu di atas tidak ada karbohidratnya? Nah ini dia, karena selepas makan malam almost kegiatan kita adalah istirahat, maka sangat dianjurkan tidak mengkonsumsi karbohidrat, tapi lagi2 bukan berarti nga makan malam. Banyak ahli gizi/nutrisi menyarankan makan malam itu diisi serat dan protein tinggi, karena keduanya bersifat mengenyangkan, tetapi tidak segera ditimbun menjadi energi seperti halnya karbohidrat. Sangat logis kan ..... kita butuh kurang lebih 8 jam tidur, bangun2 dijamin pasti laper .... nah biar bangun2 kita kelaparan maka kalo malam justru harus makan, dan makanlah makanan yang mengenyangkan tapi tidak menggemukkan.
Well, mba, selamat mencoba ..... saya juga sedang beradaptasi, hehehehhe
Anyway diet itu bukan berarti mengurangi makan n menjadi langsing, diet adalah mengenal kembali pola makan yang baik, benar dan menyehatkan. Kalo kita selama ini berupaya keras mengenalkan pola makan sehat kepada anak2, so kenapa kita juga nga belajar kembali mengenalkan pada tubuh kita?
Dan satu lagi mba .... kalo keukeuh pengen tubuh jadi singset n kenceng ..... nga ada jalan lain selain mix diet sehat dgn olah raga teratur, hehehehhehe
sekian dulu dongengannya ;-P
PUTRI
Tolong dong.....
BB 50kg TB 155cm
Aku ngerasa perut aku tuh gendut bgt... maksudnya gak enak dilihat,
pengennya sih flat gitu deh
Untuk 2 minggu ini aku dah coba dengan diet kecil2an
Pagi: just sereal jam 8am
Siang: ½ nasi dan lauk pauk nya jam 12pm
Trus udah deh aku gak makan lagi....
Ya,, memang sih aku gak olah raga karena emang gak ada waktu nya .... :-(
Jadi tolong yah.... Saran nya dan masukan nya untuk diet yang sehat tapi cepat..
Ideal ku sepertinya 45-43 dehh... maunya hehehe....
Thanks
L
Respon Saya:
jadi tergelitik pengen urun rembug, hehehehhe *sesama sedang berupaya diet*
pertama, BB 50kg TB 155cm udah ngerasa gendhut??? wah, perlu liat rumusan lagi tuh.
Tujuan dietnya apa dulu? Pengen turun sekian kilo lagi? Ato sebetulnya bete ngeliat perut ya agak membuncit n mengendur?
Kalo menurut saya siy mba ... BB n TB mba dah cukup ideal. Jadi kenapa pengen tambah kurus lagi?
Kalo soal perut mengendur n membuncit ..... nah ini kuncinya sebetulnya cuma olah raga.
Yang membentuk tubuh kita jadi kencang, berlekuk indah kan cuma otot yang padat. Bukan tubuh yang kurus.
Ya kalo belum punya waktu olah raga, mungkin memang diawali diet sehat dulu kali ya, biar nga kebablasan, hehehehehhe ....
Tak ndongeng sebentar ya *maklum dah lama nga dongeng di milis sehat*
Sering sekali orang salah kaprah berdiet dengan mengurangi konsumsi makan. Karena dengan makan apalagi hingga kenyang membuat perut tampak besar, maka kebanyakan orang berasumsi, berarti kita tidak boleh makan sampai
kenyang kalau ingin kurus. Hal itulah yang dipercayai hampir semua
orang saat ini. Bahkan ada yang sampai berusaha sebisa mungkin menahan
rasa lapar sekuat tenaga (dalam sehari cuma makan 1x) demi tubuh yang lebih langsing. Sudah gitu sekali makannya itu cuma makan buah tertentu thok (sedang santer denger2 "diet pisang". tiap hari hanya makan pisang thok .... gwe dengernya aje ngeri bok)
Padahal dengan mengurangi konsumsi makan kita memaksa metabolisme tubuh melambat. Dan saat metabolisme tubuh melamban, justru semakin sulitlah tubuh membakar lemak, dan makin sulit pulalah berat badan dikurangi.
Analoginya begini:
Apa yang kita lakukan bila kekurangan uang? Berhemat, kan. Kita berusaha mengelola cash flow finansial agar uang yang ada cukup memenuhi seluruh pengeluaran (ini nga mbahas credit card segala lho ya ;-p). Hal yang sama persis dilakukan tubuh kita saat kita berupaya keras mengurangi konsumsi makanan kita ke dalam tubuh. Tubuh akan memberi info ke otak bahwa kebutuhan kalori tidak terpenuhi. Maka, otak akan mengatur sinyal bahwa tubuh sedang dalam kondisi BERTAHAN HIDUP atau DALAM BAHAYA.
Lho kok bisa gitu? Pernah nga denger ada korban gempa bumi, terkubur reruntuhan selama 5 hari tidak makan dan masih bisa diselamatkan dan tetap hidup? Ato korban kapal tenggelam, bisa selamat setelah berhari2 terapung2 di lautan?
Itulah letak kecanggihan tubuh kita. Ketika kita mengkonsumsi
kalori yang dibawah standard, tubuh akan masuk ke mode "bertahan hidup"
atau mode "dalam bahaya". Sehingga metabolisme tubuh akan diturunkan untuk
menghemat cadangan energi dalam tubuh. Dan fatalnya adalah ketika tubuh
dalam kondisi seperti ini, makanan apapun yang masuk, akan disimpan
menjadi lemak karena tubuh takut tidak tahu kapan ada makanan lagi masuk.
Tubuh melakukan penghematan energi. Yang artinya lagi, tubuh justru ngeman2 lemak yang ada.
Semakin keras upaya kita mengurangi konsumsi makanan, maka tubuh pun akan semakin keras berupaya ngeman2 lemak yang ada di dalam tubuh. Itulah mengapa seluruh ahli gizi/nutrisi tidak akan pernah menyarankan berdiet dengan cara mengurangi konsumsi makanan secara besar2an agar berkurang BB, such as skip breakfast or skip dinner.
Lagi pula kalau pun mengurangi konsumsi makanan berhasil mengurangi BB, maka:
1. Keberhasilannya tidak akan berlangsung countinue
2. Sangat mungkin terjadi YOYO DIET
3. Kemungkinan besar mengalami kekurangan gizi tingkat sederhana. Jangan salah lho, kurang gizi gejalanya bukan busung lapar thok, tapi ...... rambut rontok, kulit kusam, tiba2 jadi sering ketularan sakit, suhu tubuh juga jadi kacau-siang bolong orang pada kepanasan, justru berasa sejuk ato malah agak kedinginan, tiba2 jadi punya migren, dll
Lalu bagaimana MEMPERCEPAT METABOLISME TUBUH, MENGURANGI LEMAK, dan BERDIET SEHAT??
Masih inget tata laksana pengenalan makanan pada bayi kan?
Ada sarapan, ada selingan antara sarapan dan makan siang, ada makan siang, ada selingan makan siang dan makan malam, dan ada pula makan malam.
Yup, tata laksana makan yang tepat adalah persis seperti tata laksana pengenalan makanan pada bayi.
Hhhaaaa ... mosok? Mana mungkin makan lebih banyak jadi langsing?
hehehehhe ......
Kondisinya sama persis waktu kita pertama ikutan milis sehat disodorin artikel pembukaan bagian "Saat anak anda demam, janganlah dikompres es. Tata laksana anak demam adalah rendamlah anak pada air suam2 kuku."
Kaget or not, suka nga suka mendengarnya, begitulah tubuh kita berbicara. Tubuh kita akan memberi sinyal lapar tiap 3-4 jam sekali sesudah kita makan. Dan kurang lebih selama 3-4 jam itu pulalah makanan yang masuk ke tubuh rampung melalui sistem pencernaan tubuh kita.
Lalu gimana caranya makan 5x/6x sehari justru bisa mempercepat metabolisme tubuh, membakar lemak, dan disebut diet yang sehat??
Dengan selalu menjaga kesinambungan stock n demand, maka metabolisme tubuh akan bekerja baik dan normal. Bahkan kebutuhan asupan gizi akan terpenuhi bila dapat menjaga komposisi 55% untuk karbohidrat, 25% protein dan 20% lemak. Atau bila merasa itu berlebih maka
45% untuk karbohidrat, 35% untuk protein dan 20% untuk lemak. Inget piramida makanan kan?
Lalu apa itu berarti makan besar sebanyak 5x/6x dalam sehari? Enggaklah. Ya, seperti pada bayi, makan besar sebanyak 3x (sarapan, makan siang, makan malam) plus 2x/3x makan snack (makan disela2 makan besar).
Berikutnya komposisi dan menu makanan yang seperti apa yang akan mewujudkan BB ideal/langsing?
Sumber karbohidrat, protein dan lemak ada macam2, so pilih yang akan membantu kita mencapai goal tersebut.
Pilih karbohidrat yang masa pembakarannya lebih lamban. Nasi putih, gula (apa pun jenisnya), roti putih, dan pasta adalah tipe karbohidrat yang cepat dibakar tubuh. Sehingga cepat jadi sumber energi dan gula dalam tubuh, dan bila kadarnya melebihi kebutuhan kalori maka akan ditimbun dalam bentuk lemak tubuh. Itulah sebabnya nasi putih sering diharamkan ahli gizi/nutrisi dalam menu diet. Tapi, sekali lagi bukan berarti kita jadi skip breakfast or skip dinner gara2 nasi putih dianggap tipe karbohidrat yang buruk. Masih begitu banyak sumber karbohidrat lain yang masuk dalam kategori baik such as beras merah, roti gandum kasar, outmeal.
"tapi gwe nga kuat kalo nga makan nasi."
Yakinlah semua butuh adaptasi. Sama persis seperti bayi yang sedang berkenalan berbagai macam makanan. Selama kita nga pernah skip salah satu waktu makan, berusaha memberi makan tubuh saat tubuh dah tereak lapar, nasi cuma sebentuk karbohidrat tuk lidah n tubuh kita.
Saya dulunya juga nasi putih minded. Tapi setelah belajar lagi pola makan yang benar seperti bayi, oke2 aja tuh nga makan nasi putih. Nasi putihnya diganti nasi merah, kadang singkong/ubi rebus, kadang roti gandum kasar, dll. Awalnya saat transisi jelas sistem pencernaan protes, terbukti dengan saya sempet juga ngalamin agak diare. Tapi ya cuma makan waktu 1-3 hari. Bener2 persis tata laksana pengenalan makanan pada bayi. Awalnya karbohidrat2 baik itu cuma jadi makanan selingan, lidah udah oke, coba jadi makanan utama, dengan cara masih mix dengan nasi putih, lidah n perut udah oke, bye2 nasi putih ;-)
Begitu pula halnya dengan lemak. Karena ingin diet kerap kali kita menganggap yang namanya lemak such as ayam n daging merah selalu buruk. Padahal ya nga juga lho. Kalo kita selalu pilih dada ayam tanpa kulit, itu termasuk lemak baik. Selalu pilih bagian sirlion pada daging merah juga bagus lho. Lagipula kita suka lupa lemak itu tidak hanya daging2an, tapi termasuk juga mentega, minyak goreng, snack kemasan. Kita mengkonsumsi lemak2 terakhir itu umumnya memang sedikit, tapi kalo ditotal2 lemak itulah yang justru lebih sering kita konsumsi ketimbang dada ayam sama daging sirlion. Padahal itu termasuk lemak buruk karena menghambat metabolisme tubuh, menambah berat badan dan meningkatkan resiko diabetes, penyakit jantung dan kanker.
So, sekalipun kita skip breakfast, skip dinner kalo kebiasaan makan tempe goreng tepung, singkong/ubi goreng masih jadi camilan pengganti saat makan utama yang kita hilangkan .... mimpi kali ya bok kalo mo langsing, hehehehhehehe.
Tempenya bagus, singkong n ubi bagus, tapi kalo dicemplungin ke minyak goreng yang kimploh2 ..... duuhh ilang deh bagus2nya buat tubuh.
Singkat menunya kurang lebih:
Sarapan
1 Omelet telur atau telur rebus2 potong roti gandum utuh/ 1 cup oatmeal
Snack Pagi
1 cangkir susu low fat
1 buah apel/jeruk/pir
Makan Siang
1 ons dada ayam/ikan/daging sapi utuh1 cup nasi coklat (brown rice)/ nasi merah1 cup sayuran
Snack Siang
2 potong ubi rebus
1 cup kacang hijau
Makan Malam
1 ons dada ayam/ikan/daging sapi utuh1 cup sayuran
Kenapa makan malam dalam menu di atas tidak ada karbohidratnya? Nah ini dia, karena selepas makan malam almost kegiatan kita adalah istirahat, maka sangat dianjurkan tidak mengkonsumsi karbohidrat, tapi lagi2 bukan berarti nga makan malam. Banyak ahli gizi/nutrisi menyarankan makan malam itu diisi serat dan protein tinggi, karena keduanya bersifat mengenyangkan, tetapi tidak segera ditimbun menjadi energi seperti halnya karbohidrat. Sangat logis kan ..... kita butuh kurang lebih 8 jam tidur, bangun2 dijamin pasti laper .... nah biar bangun2 kita kelaparan maka kalo malam justru harus makan, dan makanlah makanan yang mengenyangkan tapi tidak menggemukkan.
Well, mba, selamat mencoba ..... saya juga sedang beradaptasi, hehehehhe
Anyway diet itu bukan berarti mengurangi makan n menjadi langsing, diet adalah mengenal kembali pola makan yang baik, benar dan menyehatkan. Kalo kita selama ini berupaya keras mengenalkan pola makan sehat kepada anak2, so kenapa kita juga nga belajar kembali mengenalkan pada tubuh kita?
Dan satu lagi mba .... kalo keukeuh pengen tubuh jadi singset n kenceng ..... nga ada jalan lain selain mix diet sehat dgn olah raga teratur, hehehehhehe
sekian dulu dongengannya ;-P
PUTRI
KLIPING SEHAT : Asi Eksklusif
Saya cuma penasaran,
Sebenarnya apa sih yang bikin para ibu2 itu tidak memberikan ASIX pada
anak2nya...Apa tidak ada, tidak tahu atau Males...
Kalo tidak ada, bukannya dari 1000 wanita cuma 1 yang tidak keluar ASI-nya (cmiiw please)
Tapi koq disekitar saya ada 3 orang yang tidak ASI, karena katanya ga keluar :(
Tidak tahu, Masa iya, bukannya sekarang informasi makin lengkap ada TV, Radio,
Koran, Internet, flyer2 di Posyandu, RS dll.Memang untuk cara penyimpanan dll,
ga akan dapat dari TV tapi bukannya para ibu2 pekerja yang notabene melek
info bisa browsing ke Internet kalo tidak dikantor ya diwarnet..
Males... Kalo saya agak setuju, biasanya setelah masuk kerja, ibu2 pekerja suka
males meres, soalnya begitu masuk harus beradaptasi lagi dengan kerjaan,
ato langsung dihadapi kerjaan yang menumpuk..Ini pengalaman pribadi loh :P.
Jadi, menurut saya pemberian ASIX itu harus dimulai dari NIAT,
kalo ga ada NIAT mo segampang apapun pasti ga akan sukses,
soalnya pengalaman dari adik ipar, Fasilitas ditempat kerjanya gampang
untuk dia bisa pompa,kerjaannya pun tidak ribet (menurut dia loh) tapi dia
tetap aja ga mo soalnya "males" bawa cool box... Sebel banget denger alasannya
;(, F
Respon Lain:
banyak hal yang membuat ibu2 tidak memberikan asi:
salah satunya ya kondisi puting si ibu., puting datar itu susah lo
untuk bisa memberikan asi, dan kebanyakan si ibu baru menyadari setelah
melahirkan (seperti saya sendiri), baiknya para DSOG sudah
menginformasikan pentingnya perawatan puting dari hamil.,
Kalo kondisi ini yang terjadi, waduhhh, kalo gak niatan ngasih ASI
tinggi, dah bye bye aja, saya sendiri ngalamin stress berat kalo anak
nangis minta asi sementara puting datar, susah mati saya tarik pake
spuit yang buat menyuntik,
Masalah meres ASI, kondisi kantor juga pengaruh banget, ada lo boss
yang gak suka kita ninggalin meja untuk perah asi, belum lagi ruangan
yang kondusif untuk memerah asi, beban kerja, kondisi perjalanan dari
rumah ke kantor dan sebaliknya, support dari keluarga,
Bener memang niatan itu nomer satu, mari kita rangkul temen2 yang
belum bisa kasih asi full 6 bulan....... ., jangan malah disebelin .,
salam
E
Respon Saya:
saya stuju bangeds sama kata2 :
"Bener memang niatan itu nomer satu, mari kita rangkul temen2 yang
belum bisa kasih asi full 6 bulan....... ., jangan malah disebelin ...."
kenapa?
karena ibu2 yang blom mampu kasih asi eksklusif kebanyakan jadi sangat sensitif
ditengah gencarnya kampanye asi.
pengalaman pribadi aja nih ya .....
setiap njenguk temen yang habis ngelahirin saya selalu bertanya perihal asi.
kenapa? ya karena saya hendak kampanye asi juga, hehehehehhe. tapi beberapa kali
tampaknya saya melakukan pendekatan yang salah. entah itu terlalu aktif untuk
pro asi atau terlalu sibuk memaparkan kiat2 sukses asi. lho kenapa saya jadi
menyimpulkan pendekatan itu salah? karena tiba2 teman2 itu jadi cenderung
menarik diri, jadi cenderung self defence tinggi, ato justru jadi galak,
hehehehhe.
dengan semakin gencarnya kampanye asi is the best, tampaknya nga mengherankan
kan kalo ibu2 yang blom mampu memberi asi eksklusif pada bayinya jadi sewot,
jadi bete, karena sebetulnya mereka sedih, tanpa kita bertanya kenapa sebetulnya
mereka sudah merasa dipojokkan, bahkan mungkin merasa sudah dianggap gagal.
saya sendiri bukanlah termasuk ibu yang dengan mudah memproduksi asi. sehingga
saya sangat percaya asi itu betul2 perjuangan berat. boleh dikata sampe nangis2
darah dey. dan alhamdullillah kedua anak saya bisa asi eksklusif. tapi dari situ
saya jadi sadar, tiap2 ibu memiliki ambang ketahanan atas kendala, tekanan dan
keinginan kuat untuk memberi asi berbeda2. itu pun masih ditambah lagi
seringkali kampanye asi yang digembar-gemborkan itu infonya belum lengkap. Yang
ada cuma asi is the best, tapi nga disertai bahwa memperoleh asi itu tidak
selamanya seperti hujan dari langit, ada sepaket perjuangan yang harus
diupayakan. dan yang mengupayakan itu alangkah baiknya bukan ibu saja, tapi the
whole family. maka saya selalu yakin asi adalah perjuangan sebuah keluarga.
yah, lagi2 saya cuma ingin mengingatkan diri sendiri saja bahwa perihal asi
adalah bahasan yang sensitif bagi seorang ibu
so kalo aku mo kampanye asi ya harus aku yang lebih banyak mendengarkan, bukan
aku yang pidato, hehehehe. ya aku yang harus lebih memahami kesedihan mereka,
bukan aku yang sombong bilang begini begitu. ya aku yang harus merangkul mereka
biar mereka percaya perjuangannya tidak sendirian, bukan aku jadi berpikir kok
mereka mudah menyerah.
well, semoga berkenan
PUTRI
Respon Dokter:
terimakasih sharingnya
menarik sekali mengikuti thread ini
Mau ikutan nimbrung and curhat ... boleeh ya hehehe
Putri ...memang kamu benar, when we bring up the issue regarding breastfeeding
.. very likely, someone may feel offended
Meski kita gak maksud menyinggung
kita gak pernah bermaksud menyalahkan mereka yang tak memberikan ASI ...
Kita tak bermaksud menghakimi kan ya
tetapi .. memang .. reaksi defensif dan tersinggung yang muncul .. to some
extend identik dengan reaksi ketika kita bicara soal RUD dan puyer dll
Selalu ada yang lalu defensif karena merasa .. "masak sih selama ini saya
salah?"
atau
"lah kita kan ikutin apa kata dokter ...dan kita datangnya ke RS?klinik yang
bagus kok ..." dst dst
Intinya, semua orangtua ingin memberikan yang terbaik
Dengan demikian, merasa terusik ketika ternyata ada "kekelaman" dalam dunia
layanan kesehatan kita dan di dunia asupan nutrisi buat anak
Dear SP
ketika kita bicara (dan brainstorming dan diskusi) perihgal ASI dan RUD ... kita
memang harus lantang
Mengapa?
agar terdengar sediikiiit agak nyaring di tengah gaduhnya kondisi IRUD (saya
anggap, violation terhadap asi juga salah satu bentuk IRUD)
Mengapa harus lantang?
"Wake up call" ... ya buat consumers nya .. ya buat providers nya ...
Jadi .. ketika lantang, tak ada niatan memojokkan
Kita bicara ilmiah, fakta
dan tujuannya satu .. that ...
The Indonesian children ... deserve the best standard of treatment
that ...
The Indonesian children ... are protected from possible violation of their
rights to good nutrition"
Nah kalau soal sharingnya astrishop (namanya apa sih hehehe maaf ya kok ada
shopnya jadi bingung menyapa nih )
saya juga punya pengalaman seru
selama ini saya pernah bekerja di beberapa unit layanan kesehatan
dan terus terang .. kontribusi industri sufor buat RS/Klinik dan tenaga medisnya
... "bagus" banget
Bendera dan umbul2 berkibar ketika kongres nasional ... sedih tetapi ketika
saya mengeluh .. ternyata tak banyak teman yang paham kerisauan saya
Rasanya .. sepiii sekali dunia saya saat itu
Sekarang ..... senang sekali
Karena banyak sekali yang peduli dan banyak yang punya ilmu seputar ASI
Alhamdulillaah ... Allah memberikan era informasi ke kita tanpa sia2
Nah .. beberapa hari yl .. saya sedang duduk di depan kamar kerja saya di suatu
RS yang katanya pro asi ...
Lho ... ada box karton ... acrylic ...
saat itu saya lelaaah sekali .. habis meeting marathon berhari-hari
mula2 gak mudeng
lalu saya perhatikan
lalu saya bertanya sendiri
apa sih acrylic itu (hehehe lemot banget ya)
Lho di belakangnya kok ada nama pabrik sufor?
Lantas saya panggil salah satu staf
Meminta ia membuka kardus besar itu sambil bertanya /... "apa sih isinya"
acrylic doc
iya apa?
buat papan nama boks
Papan nama apa?
terus si staf memandang saya sambil .. kok gak tahu sih si dokter bahwa boks
bayi kan perlu papan nama
Buka .. saya bilang
setumpukan papan nama boks bayi
Dan ketika saya copot pembungkusnya, benar saja .. ada nama susu formulanya
Wah langsung teriak
Ini TIDAK BOLEH
ini kan violation terhadap vode ... dst dst
rtapi gak ada staf yang kudeng cuma melongo aja lihat saya kebakaran jenggot
hehehe
maaf ya jadi curhat
soalnya manufacturer nya multinational dan saya anggap sedikit agak "sopan"
Ternyata TIDAK
Jelas2 gak boleh, buat bayi baru lahir pula promo nya ..
Ok tolong kalau lihat papan nama, jam dinding, kalender dll merek sufor ..
difoto dan share ke koran, Dr Dien Sanyoto Besar di Meneg PP, dan di milis sehat
Ok sudah yaaa
thanks for reading
memang masih banyak tenaga medis belum tahu soal international code tsb
jadi .. memang mesti lantang dan merdu "nyanyian kita" perihal ASI
Sebenarnya apa sih yang bikin para ibu2 itu tidak memberikan ASIX pada
anak2nya...Apa tidak ada, tidak tahu atau Males...
Kalo tidak ada, bukannya dari 1000 wanita cuma 1 yang tidak keluar ASI-nya (cmiiw please)
Tapi koq disekitar saya ada 3 orang yang tidak ASI, karena katanya ga keluar :(
Tidak tahu, Masa iya, bukannya sekarang informasi makin lengkap ada TV, Radio,
Koran, Internet, flyer2 di Posyandu, RS dll.Memang untuk cara penyimpanan dll,
ga akan dapat dari TV tapi bukannya para ibu2 pekerja yang notabene melek
info bisa browsing ke Internet kalo tidak dikantor ya diwarnet..
Males... Kalo saya agak setuju, biasanya setelah masuk kerja, ibu2 pekerja suka
males meres, soalnya begitu masuk harus beradaptasi lagi dengan kerjaan,
ato langsung dihadapi kerjaan yang menumpuk..Ini pengalaman pribadi loh :P.
Jadi, menurut saya pemberian ASIX itu harus dimulai dari NIAT,
kalo ga ada NIAT mo segampang apapun pasti ga akan sukses,
soalnya pengalaman dari adik ipar, Fasilitas ditempat kerjanya gampang
untuk dia bisa pompa,kerjaannya pun tidak ribet (menurut dia loh) tapi dia
tetap aja ga mo soalnya "males" bawa cool box... Sebel banget denger alasannya
;(, F
Respon Lain:
banyak hal yang membuat ibu2 tidak memberikan asi:
salah satunya ya kondisi puting si ibu., puting datar itu susah lo
untuk bisa memberikan asi, dan kebanyakan si ibu baru menyadari setelah
melahirkan (seperti saya sendiri), baiknya para DSOG sudah
menginformasikan pentingnya perawatan puting dari hamil.,
Kalo kondisi ini yang terjadi, waduhhh, kalo gak niatan ngasih ASI
tinggi, dah bye bye aja, saya sendiri ngalamin stress berat kalo anak
nangis minta asi sementara puting datar, susah mati saya tarik pake
spuit yang buat menyuntik,
Masalah meres ASI, kondisi kantor juga pengaruh banget, ada lo boss
yang gak suka kita ninggalin meja untuk perah asi, belum lagi ruangan
yang kondusif untuk memerah asi, beban kerja, kondisi perjalanan dari
rumah ke kantor dan sebaliknya, support dari keluarga,
Bener memang niatan itu nomer satu, mari kita rangkul temen2 yang
belum bisa kasih asi full 6 bulan....... ., jangan malah disebelin .,
salam
E
Respon Saya:
saya stuju bangeds sama kata2 :
"Bener memang niatan itu nomer satu, mari kita rangkul temen2 yang
belum bisa kasih asi full 6 bulan....... ., jangan malah disebelin ...."
kenapa?
karena ibu2 yang blom mampu kasih asi eksklusif kebanyakan jadi sangat sensitif
ditengah gencarnya kampanye asi.
pengalaman pribadi aja nih ya .....
setiap njenguk temen yang habis ngelahirin saya selalu bertanya perihal asi.
kenapa? ya karena saya hendak kampanye asi juga, hehehehehhe. tapi beberapa kali
tampaknya saya melakukan pendekatan yang salah. entah itu terlalu aktif untuk
pro asi atau terlalu sibuk memaparkan kiat2 sukses asi. lho kenapa saya jadi
menyimpulkan pendekatan itu salah? karena tiba2 teman2 itu jadi cenderung
menarik diri, jadi cenderung self defence tinggi, ato justru jadi galak,
hehehehhe.
dengan semakin gencarnya kampanye asi is the best, tampaknya nga mengherankan
kan kalo ibu2 yang blom mampu memberi asi eksklusif pada bayinya jadi sewot,
jadi bete, karena sebetulnya mereka sedih, tanpa kita bertanya kenapa sebetulnya
mereka sudah merasa dipojokkan, bahkan mungkin merasa sudah dianggap gagal.
saya sendiri bukanlah termasuk ibu yang dengan mudah memproduksi asi. sehingga
saya sangat percaya asi itu betul2 perjuangan berat. boleh dikata sampe nangis2
darah dey. dan alhamdullillah kedua anak saya bisa asi eksklusif. tapi dari situ
saya jadi sadar, tiap2 ibu memiliki ambang ketahanan atas kendala, tekanan dan
keinginan kuat untuk memberi asi berbeda2. itu pun masih ditambah lagi
seringkali kampanye asi yang digembar-gemborkan itu infonya belum lengkap. Yang
ada cuma asi is the best, tapi nga disertai bahwa memperoleh asi itu tidak
selamanya seperti hujan dari langit, ada sepaket perjuangan yang harus
diupayakan. dan yang mengupayakan itu alangkah baiknya bukan ibu saja, tapi the
whole family. maka saya selalu yakin asi adalah perjuangan sebuah keluarga.
yah, lagi2 saya cuma ingin mengingatkan diri sendiri saja bahwa perihal asi
adalah bahasan yang sensitif bagi seorang ibu
so kalo aku mo kampanye asi ya harus aku yang lebih banyak mendengarkan, bukan
aku yang pidato, hehehehe. ya aku yang harus lebih memahami kesedihan mereka,
bukan aku yang sombong bilang begini begitu. ya aku yang harus merangkul mereka
biar mereka percaya perjuangannya tidak sendirian, bukan aku jadi berpikir kok
mereka mudah menyerah.
well, semoga berkenan
PUTRI
Respon Dokter:
terimakasih sharingnya
menarik sekali mengikuti thread ini
Mau ikutan nimbrung and curhat ... boleeh ya hehehe
Putri ...memang kamu benar, when we bring up the issue regarding breastfeeding
.. very likely, someone may feel offended
Meski kita gak maksud menyinggung
kita gak pernah bermaksud menyalahkan mereka yang tak memberikan ASI ...
Kita tak bermaksud menghakimi kan ya
tetapi .. memang .. reaksi defensif dan tersinggung yang muncul .. to some
extend identik dengan reaksi ketika kita bicara soal RUD dan puyer dll
Selalu ada yang lalu defensif karena merasa .. "masak sih selama ini saya
salah?"
atau
"lah kita kan ikutin apa kata dokter ...dan kita datangnya ke RS?klinik yang
bagus kok ..." dst dst
Intinya, semua orangtua ingin memberikan yang terbaik
Dengan demikian, merasa terusik ketika ternyata ada "kekelaman" dalam dunia
layanan kesehatan kita dan di dunia asupan nutrisi buat anak
Dear SP
ketika kita bicara (dan brainstorming dan diskusi) perihgal ASI dan RUD ... kita
memang harus lantang
Mengapa?
agar terdengar sediikiiit agak nyaring di tengah gaduhnya kondisi IRUD (saya
anggap, violation terhadap asi juga salah satu bentuk IRUD)
Mengapa harus lantang?
"Wake up call" ... ya buat consumers nya .. ya buat providers nya ...
Jadi .. ketika lantang, tak ada niatan memojokkan
Kita bicara ilmiah, fakta
dan tujuannya satu .. that ...
The Indonesian children ... deserve the best standard of treatment
that ...
The Indonesian children ... are protected from possible violation of their
rights to good nutrition"
Nah kalau soal sharingnya astrishop (namanya apa sih hehehe maaf ya kok ada
shopnya jadi bingung menyapa nih )
saya juga punya pengalaman seru
selama ini saya pernah bekerja di beberapa unit layanan kesehatan
dan terus terang .. kontribusi industri sufor buat RS/Klinik dan tenaga medisnya
... "bagus" banget
Bendera dan umbul2 berkibar ketika kongres nasional ... sedih tetapi ketika
saya mengeluh .. ternyata tak banyak teman yang paham kerisauan saya
Rasanya .. sepiii sekali dunia saya saat itu
Sekarang ..... senang sekali
Karena banyak sekali yang peduli dan banyak yang punya ilmu seputar ASI
Alhamdulillaah ... Allah memberikan era informasi ke kita tanpa sia2
Nah .. beberapa hari yl .. saya sedang duduk di depan kamar kerja saya di suatu
RS yang katanya pro asi ...
Lho ... ada box karton ... acrylic ...
saat itu saya lelaaah sekali .. habis meeting marathon berhari-hari
mula2 gak mudeng
lalu saya perhatikan
lalu saya bertanya sendiri
apa sih acrylic itu (hehehe lemot banget ya)
Lho di belakangnya kok ada nama pabrik sufor?
Lantas saya panggil salah satu staf
Meminta ia membuka kardus besar itu sambil bertanya /... "apa sih isinya"
acrylic doc
iya apa?
buat papan nama boks
Papan nama apa?
terus si staf memandang saya sambil .. kok gak tahu sih si dokter bahwa boks
bayi kan perlu papan nama
Buka .. saya bilang
setumpukan papan nama boks bayi
Dan ketika saya copot pembungkusnya, benar saja .. ada nama susu formulanya
Wah langsung teriak
Ini TIDAK BOLEH
ini kan violation terhadap vode ... dst dst
rtapi gak ada staf yang kudeng cuma melongo aja lihat saya kebakaran jenggot
hehehe
maaf ya jadi curhat
soalnya manufacturer nya multinational dan saya anggap sedikit agak "sopan"
Ternyata TIDAK
Jelas2 gak boleh, buat bayi baru lahir pula promo nya ..
Ok tolong kalau lihat papan nama, jam dinding, kalender dll merek sufor ..
difoto dan share ke koran, Dr Dien Sanyoto Besar di Meneg PP, dan di milis sehat
Ok sudah yaaa
thanks for reading
memang masih banyak tenaga medis belum tahu soal international code tsb
jadi .. memang mesti lantang dan merdu "nyanyian kita" perihal ASI
KLIPING SEHAT : Psikotes
Dear all,
Putri saya 2th 9 bln sudah masuk PG. Disekolah diadakan psikotest untuk murid.
Minta pencerahan donk....apa perlu anak saya ikut dlm psikotest tsb ? terus umur
berapa idealnya seorang anak ikut dalam psokotest ?
Thanks,
V
Respon Saya:
ya ampun .... ya ampun .....
sekolahan sekarang memang "canggih" ya, hehehhehe ....
dan tembakan mereka selalu tepat di sasaran ..... mereka selalu mempermainkan
rasa khawatir dan was2 ortu terhadap masa depan anak.
setau saya niy mba ..... para pakar psikolog membuat psikotes itu idenya untuk
mengetahui diantaranya intelegensia seseorang, juga minat dan bakat. Tetapi
seluruh psikolog pun menyadari sesungguhnya tidak ada sebuah alat tes yang mampu
mengungkap bakat dan minat seseorang secara akurat. Kalo intelegensia memang
terbukti lebih akurat.
pertanyaannya sekarang, apakah anak usia 2.5 tahun sudah terlihat bakat dan
minatnya?
Jawabannya bisa iya dan tidak/belum.
Untuk orang2 seperti Beethoven, Mozart, dan Michael Angelo, bakat mereka sudah
jelas terlihat sejak amat dini (lengkapnya liat di wikipedia aja ya)
Tetapi orang2 seperti Einstein dan Thomas Alfa Edison, bakat mereka baru
terlihat bahkan setelah mereka sudah masuk kategori dewasa, sama sekali bukan
anak2.
so kalo saran saya siy mba .....
mba harus paham bahwa menjadi ortu yang terpenting itu optimal dalam mendukung
anak dan syukur2 mampu menfasilitasi minat2nya.
Perjalanan seorang anak 2.5 tahun itu masih puanjaaaaang mba ....... hehehehehhe
....
kembali pada pertanyaan mba perlukah anak mba di-psikotes?
kembali pada pilihan yang mba yakini paling baik untuk sang anak.
tapi, saya hanya mengingatkan ..... akibat fatal dari sebuah psikotes adalah
judgment. Tanpa kita sadari mentah2 kita menerima apa yang tertera pada hasil
sebuah psikotes. Padahal ..... hidup itu bukan seperti yang tertera pada
texbooks. Hidup itu ada semilir angin, ada badai dan topan, ada musim semi nan
indah, dan masih ada begitu banyak warna dalam kehidupan.
PUTRI
Putri saya 2th 9 bln sudah masuk PG. Disekolah diadakan psikotest untuk murid.
Minta pencerahan donk....apa perlu anak saya ikut dlm psikotest tsb ? terus umur
berapa idealnya seorang anak ikut dalam psokotest ?
Thanks,
V
Respon Saya:
ya ampun .... ya ampun .....
sekolahan sekarang memang "canggih" ya, hehehhehe ....
dan tembakan mereka selalu tepat di sasaran ..... mereka selalu mempermainkan
rasa khawatir dan was2 ortu terhadap masa depan anak.
setau saya niy mba ..... para pakar psikolog membuat psikotes itu idenya untuk
mengetahui diantaranya intelegensia seseorang, juga minat dan bakat. Tetapi
seluruh psikolog pun menyadari sesungguhnya tidak ada sebuah alat tes yang mampu
mengungkap bakat dan minat seseorang secara akurat. Kalo intelegensia memang
terbukti lebih akurat.
pertanyaannya sekarang, apakah anak usia 2.5 tahun sudah terlihat bakat dan
minatnya?
Jawabannya bisa iya dan tidak/belum.
Untuk orang2 seperti Beethoven, Mozart, dan Michael Angelo, bakat mereka sudah
jelas terlihat sejak amat dini (lengkapnya liat di wikipedia aja ya)
Tetapi orang2 seperti Einstein dan Thomas Alfa Edison, bakat mereka baru
terlihat bahkan setelah mereka sudah masuk kategori dewasa, sama sekali bukan
anak2.
so kalo saran saya siy mba .....
mba harus paham bahwa menjadi ortu yang terpenting itu optimal dalam mendukung
anak dan syukur2 mampu menfasilitasi minat2nya.
Perjalanan seorang anak 2.5 tahun itu masih puanjaaaaang mba ....... hehehehehhe
....
kembali pada pertanyaan mba perlukah anak mba di-psikotes?
kembali pada pilihan yang mba yakini paling baik untuk sang anak.
tapi, saya hanya mengingatkan ..... akibat fatal dari sebuah psikotes adalah
judgment. Tanpa kita sadari mentah2 kita menerima apa yang tertera pada hasil
sebuah psikotes. Padahal ..... hidup itu bukan seperti yang tertera pada
texbooks. Hidup itu ada semilir angin, ada badai dan topan, ada musim semi nan
indah, dan masih ada begitu banyak warna dalam kehidupan.
PUTRI
KLIPING SEHAT : Pendidikan Seks
Dear All,
Aku ada pertanyaan titipan dari temen tapi mungkin aku juga butuh jwbnya
karena pasti suatu saat aku akan butuh ini?
Anak temanku usianya 2 thn 3 bulan namanya rafi, kamaren dy melihat mamanya
ganti baju tapi pake cd ( celana dalam ) tapi belum mengggunakan bra,
berikut perckapannya :
Rafi ( R ) : mama punya pantat ( maaf ) sm nenen ya, rafi punya pantat sama
"burung" mama punya burung ga? Sambil melihat ke arah bawah perut mamanya.
Mama ( M ) : Ga punya sayang
R : mama punya apa?
M : karena bingung mau jawab apa akhirnya di jawab " mama punya nya "pepe" "
R : pepenya ada di mn mah di belakang ya? rafi liat dong?
Akhirnya si mama benar2 bingung akhirnya si mama bilang nanti aja ya sayang
dan langsung mencoba memberi perhatian lain ke rafi untungnya rafi ga rewel
lagi.
Pertanyaan nya :
1. Jawaban apakah yang harus di berikan pada anak nya apakah menggunakan
kata " pepe " tidak apa2 dan bagaimana menerangkan kepada anak "pepe" itu
apa.
2. Apakah mama harus memperlihatkan "pepe" itu ke rafi atau bisa menggunakan
boneka perempuan itu menerangkannya?
3. bolehkah anak laki2 mandi bersama dengan mamanya? Kalo boleh bagaimana
cara yang baik ?
Itu dulu pertanyaannya mohon jawaban, saran dan pencerahan atas pertanyaan
saya karena saya juga punya anak laki2 umur 3 thn
Thx before
Salam sehat
E
Respon Saya:
coba bantu ya .....
1) Adalah lebih baik menjelaskan pendidikan seks menggunakan bahasa ilmiah.
Katakan penis, vagina, payudara, bulu kemaluan dan bulu ketiak. Mengapa? Karena
bahasa ilmiah tersebut tidak mengenal dualisme dan tidak berkonotasi jorok.
Istilah2 pepe, burung, dll sering dikonotasikan buruk dan jorok oleh orang
dewasa, dan itu akan membingungkan anak, karena ia memang sungguh2 ingin tahu
yang sebenarnya, sama sekali tidak bermaksud buruk, lebih2 jorok. Dan istilah2
tersebut lain bahasa bisa lain pula, belum lagi kalo sampe jadi lain arti.
2) Tidak perlu. Menerangkan organ reproduksi dapat dilakukan via boneka atau
gambar. Mengapa? Karena organ reproduksi adalah hal yang sangat privasi. Bila
anak penasaran, katakan ini sangat privasi/pribadi, nak. Karena itulah kamu pun
harus menjaga organ reproduksimu baik2. Dijaga kesehatannya, dijaga agar tidak
dilihat umum sembarangan. Dengan begini anak jadi mengerti mengenai etika
pendidikan seks.
3) Buat anak2 mandi bersama ortu merupakan sarana pendidikan seks. Ortu tidak
perlu menjelaskan secara detil rinci. Tunggulah pertanyaan anak, dan jawablah
dengan bahasa ilmiah sederhana. Bila bingung menjawab, lebih baik katakan terus
terang. Disarankan ortu tidak berkelit atas pertanyaan anak, karena itu akan
menimbulkan keingintahuan yang lebih lagi pada anak. Hanya saja mandi bersama
ini memang ada batasannya. Untuk anak2 yang berusia diatas 4 tahun sangat
disarankan sudah dikurangi. Karena anak umumnya sudah bersekolah, komunikasi
sudah lancar, sehingga besar kemungkinan anak akan menceritakan pengalaman mandi
bersama ortu tersebut ke orang lain. Padahal sekali lagi, kegiatan mandi bersama
anak termasuk dalam lingkup privasi yang tidak perlu diketahui publik.
semoga membantu ya
PUTRI
Aku ada pertanyaan titipan dari temen tapi mungkin aku juga butuh jwbnya
karena pasti suatu saat aku akan butuh ini?
Anak temanku usianya 2 thn 3 bulan namanya rafi, kamaren dy melihat mamanya
ganti baju tapi pake cd ( celana dalam ) tapi belum mengggunakan bra,
berikut perckapannya :
Rafi ( R ) : mama punya pantat ( maaf ) sm nenen ya, rafi punya pantat sama
"burung" mama punya burung ga? Sambil melihat ke arah bawah perut mamanya.
Mama ( M ) : Ga punya sayang
R : mama punya apa?
M : karena bingung mau jawab apa akhirnya di jawab " mama punya nya "pepe" "
R : pepenya ada di mn mah di belakang ya? rafi liat dong?
Akhirnya si mama benar2 bingung akhirnya si mama bilang nanti aja ya sayang
dan langsung mencoba memberi perhatian lain ke rafi untungnya rafi ga rewel
lagi.
Pertanyaan nya :
1. Jawaban apakah yang harus di berikan pada anak nya apakah menggunakan
kata " pepe " tidak apa2 dan bagaimana menerangkan kepada anak "pepe" itu
apa.
2. Apakah mama harus memperlihatkan "pepe" itu ke rafi atau bisa menggunakan
boneka perempuan itu menerangkannya?
3. bolehkah anak laki2 mandi bersama dengan mamanya? Kalo boleh bagaimana
cara yang baik ?
Itu dulu pertanyaannya mohon jawaban, saran dan pencerahan atas pertanyaan
saya karena saya juga punya anak laki2 umur 3 thn
Thx before
Salam sehat
E
Respon Saya:
coba bantu ya .....
1) Adalah lebih baik menjelaskan pendidikan seks menggunakan bahasa ilmiah.
Katakan penis, vagina, payudara, bulu kemaluan dan bulu ketiak. Mengapa? Karena
bahasa ilmiah tersebut tidak mengenal dualisme dan tidak berkonotasi jorok.
Istilah2 pepe, burung, dll sering dikonotasikan buruk dan jorok oleh orang
dewasa, dan itu akan membingungkan anak, karena ia memang sungguh2 ingin tahu
yang sebenarnya, sama sekali tidak bermaksud buruk, lebih2 jorok. Dan istilah2
tersebut lain bahasa bisa lain pula, belum lagi kalo sampe jadi lain arti.
2) Tidak perlu. Menerangkan organ reproduksi dapat dilakukan via boneka atau
gambar. Mengapa? Karena organ reproduksi adalah hal yang sangat privasi. Bila
anak penasaran, katakan ini sangat privasi/pribadi, nak. Karena itulah kamu pun
harus menjaga organ reproduksimu baik2. Dijaga kesehatannya, dijaga agar tidak
dilihat umum sembarangan. Dengan begini anak jadi mengerti mengenai etika
pendidikan seks.
3) Buat anak2 mandi bersama ortu merupakan sarana pendidikan seks. Ortu tidak
perlu menjelaskan secara detil rinci. Tunggulah pertanyaan anak, dan jawablah
dengan bahasa ilmiah sederhana. Bila bingung menjawab, lebih baik katakan terus
terang. Disarankan ortu tidak berkelit atas pertanyaan anak, karena itu akan
menimbulkan keingintahuan yang lebih lagi pada anak. Hanya saja mandi bersama
ini memang ada batasannya. Untuk anak2 yang berusia diatas 4 tahun sangat
disarankan sudah dikurangi. Karena anak umumnya sudah bersekolah, komunikasi
sudah lancar, sehingga besar kemungkinan anak akan menceritakan pengalaman mandi
bersama ortu tersebut ke orang lain. Padahal sekali lagi, kegiatan mandi bersama
anak termasuk dalam lingkup privasi yang tidak perlu diketahui publik.
semoga membantu ya
PUTRI
KLIPING SEHAT : Picky Eater
dear smart parents,
perkenalkan, saya mamanya ellese, 16 bln hari ini.
sorry kalo topik ini udh sering banget dibahas, ada beberapa pertanyaan yang
masih membingungkan saya, mohon bantuan dan pencerahannya agar saya tidak salah
dalam penanganan, thanks sebelumnya.
Sedikit kronologis dari masalah picky eater dari ellese,
dari mulai pertama kali makan solid food di usia 6bln, reaksi pertamanya agak2
nolak, setelah itu, memasuki usia 9 bulan, pola makannya mulai teratur, sehari
makan nasi tim 2 kali, pagi dan sore, sekali makan semangkuk sop bubur dan sop
daging, kemudian minum jus jeruk 2 buah dan jus peer 1 buah setiap hari,
diselingi biskuit.
pada saat umur setahun, DSA yg rutin imunisasi ellese bilang kalo jumlah makanan
nya kurang banyak dan kurang padat, dan BB ellese kurang, saat itu BB nya 10,2
kg.
Nah, saat itu aku mulai menambah porsi makannya, dan mengasarkan makannya,
saat itu pula GTM berawal sampai saat ini.
Ellese mulai GTM terhadap makanan apa saja, tidak ada makanan yang masuk sama
sekali.
Dengan cara halus, dari kebiasaan makan harus duduk di kursi sampai selesai,
sampai sambil nonton barney, sampai naik sepeda, sampai dipaksa, ga ada yang
berhasil.
Saya dengar GTM itu hal yang normal, biasanya akan disembuhkan oleh waktu.
Oh iya, di usia setahun itu pula saya mengganti susu enfapro ke enfagrow,
kemudian perlahan meninggalkan sufor untuk beralih ke UHT Ul*ra. Sampai akhirnya
di usia 14 bulan saya mulai menambahkan Ped*a*ure selang seling dengan UHT,
karena tidak ada makanan yang berhasil masuk sama sekali, sampai akhirnya
biskuit pun ditinggalkannya.
Saya tahu menambahkan Pe*ia*ure itu bukan tindakan yg bijaksana, tapi saya pikir
itu adalah shortcut yang paling tepat saat itu.
untungkan ellese masih doyan minum susu.
Sampai saat itu, udah genap 4 bulan ellese GTM,
saya mulai gundah memikirkan efek jangka panjangnya kalo keadaan seperti ini
diteruskan.
Saya mulai memikirkan mau konsul ke Klinik Picky Eater, tapi sebelumnya pengen
juga berbagi dan mendengar opini dari smart parents di sini.
Cara seperti apa yang harus saya ambil sebelum ke klinik tersebut?
- variasi makanan sudah dilakukan,
- variasi suasana telah dilakukan,
- apakah UHT bisa bikin anak ga selera makan? perlukah diganti dengan sufor
biasa lagi?
- katanya anak ga akan membiarkan dirinya kelaparan, apakah dengan seharian
tidak memberinya susu dia akan mau makan?
maksudku, anak umur 16 bulan udah ngerti dengan konsep "kalo lapar harus makan",
- aku membiarkannya makan sendiri setiap sesi makan, disamping aku menyuapinya
dari samping, ellese keliatan tertarik, tapi yang masuk tetap aja cuma beberapa
butir nasi di awal, sisanya dibuat main, sedangkan makanan yang disuapiku tidak
masuk.
Ditunggu masukan dan pencerahannya yah,
thanks banget udah mau meluangkan waktu membaca curhatku yang panjang ini
warm regards,
Respon Saya:
coba bantu ya mba ... (kalo soal picky eater selalu mengingatkan pengalaman saya
pada nafi-ku)
pertama, seusia ellese dengan BB segitu masih normal lho mba.
anakku yang pertama, nafi', BBnya naik turun 9-10kg terus sejak 9bln-20bln.
apakah ada yang kurang dari nafi' dengan BB segitu thok? enggak tuh, tetep
lincah, perkembangan yang lain baik2 saja, dan memang memasuki masa picky eater,
hehehhehehe
sebetulnya kalo dari cerita mba ..... ellese bukan picky eater, mengingat
sebelum usia setaun dia menikmati saat makannya, dan nga ada cerita GTM.
lalu kenapa jadi GTM?
kalo boleh berpendapat ..... kliatannya itu efek stress dan frustasi mba
terhadap target yang ditetapkan sang DSA.
anak2 itu sensitif terhadap ortunya lho mba.
kliatannya sejak sang DSA berpendapat, yang dikejar mba adalah ellese harus
makan, ellese harus konsumsi something tuk mencapai target yang diharapkan.
balik lagi seperti beberapa waktu lalu saya pernah crita di sini untuk kasus
yang hampir mirip, yaitu makan dikemut. sebetulnya yang dilakukan ellese adalah
bentuk lain dari cara dia mengkomunikasikan sesuatu terhadap ortunya. kalo pada
kasus nafi', dia mengemut makanan berlama2 karena dia ingin menyampaikan pesan
..... "aku lagi nga mau makan, aku masih kenyang"
dan tampaknya dugaan saya ini semakin benar, karena mba justru semakin panik
dengan GTM ellese, lalu menyikapinya dengan memberikan pedia.....
asle dey mba pedia.... itu bener2 ngerusak tata kelola makan pada anak. saya dah
liat sendiri dengan mata kepala bukti2 disekitar saya. sekalinya mengenal
pedia...... anak jadi terkesan addict, karena itu memuaskan dia utk nga makan,
utk nga mengunyah, utk nga perlu bertengkar dengan ortunya yang paksa2 makan ini
itu. dan semua yang saya liat itu akhirnya baru benar pola makannya setelah
pedia.... betul2 distop. bahkan sekedar disimpan tuk jaga2 di rumah pun nga
boleh.
yang mungkin bisa mba lakukan .....
tarik napas dalam2 dan yakinkan terus pada diri mba sendiri yang harus dikejar
itu bukan target supaya ellese harus makan, tapi targetkan ellese selalu nyaman
pada saat makan, sesedikit apa pun makanan yang masuk ke mulutnya.
ellese sudah setahun lebih ..... jadi makanan utama bukan lagi susu. so jangan
gantungkan susu sebagai jalan selamat. jangan jadikan kebiasaan kalo anak tidak
makan lalu dicekoki susu. jangan dijadikan kebiasaan anak harus menghabiskan
susu dengan target sehari sekian cc/ml.
semua butuh proses ..... nga bisa dalam waktu sehari mba nyoba ngetes rasa lapar
ellese trus dia jadi doyan makan gitu aja. so yang harus dilakukan kontinuitas.
yakin dan tetapkan, pola lapar maka anak akan makan. perlahan2 ..... nanti
proses akan membuktikan pada mba memang itu yang terbaik. karena itulah yang
alami dimiliki setiap makhluk hidup.
usia seperti itu memang menuntut ortu harus kreatif dan inovatif. nga bisa
sepaket jawaban memjamin ellese jadi bisa makan asyik dan nga GTM lagi. Ajak
ellese bikin menu sendiri, ikutan nyiapin makanannya, taruh makanannya diwadah
warna-warni yang lucu, bercerita saat ellese sedang makan .......
buanyaaaaaakkkkk hal. tapi kunci supaya ortu bisa kreatif dan inovatif cuma
satu, ortu harus relax, nga melulu dibebani akan target2. saat itulah anak
menjadi yakin .... my mom always love me what the way i am, bukan karena aku
makan sesuai yang diporsikan, bukan karena aku menghabiskan susu yang sudah
disediakan, bukan karena BB-ku sesuai harapan mama, my mom always love me cause
just she love me so much.
PUTRI
perkenalkan, saya mamanya ellese, 16 bln hari ini.
sorry kalo topik ini udh sering banget dibahas, ada beberapa pertanyaan yang
masih membingungkan saya, mohon bantuan dan pencerahannya agar saya tidak salah
dalam penanganan, thanks sebelumnya.
Sedikit kronologis dari masalah picky eater dari ellese,
dari mulai pertama kali makan solid food di usia 6bln, reaksi pertamanya agak2
nolak, setelah itu, memasuki usia 9 bulan, pola makannya mulai teratur, sehari
makan nasi tim 2 kali, pagi dan sore, sekali makan semangkuk sop bubur dan sop
daging, kemudian minum jus jeruk 2 buah dan jus peer 1 buah setiap hari,
diselingi biskuit.
pada saat umur setahun, DSA yg rutin imunisasi ellese bilang kalo jumlah makanan
nya kurang banyak dan kurang padat, dan BB ellese kurang, saat itu BB nya 10,2
kg.
Nah, saat itu aku mulai menambah porsi makannya, dan mengasarkan makannya,
saat itu pula GTM berawal sampai saat ini.
Ellese mulai GTM terhadap makanan apa saja, tidak ada makanan yang masuk sama
sekali.
Dengan cara halus, dari kebiasaan makan harus duduk di kursi sampai selesai,
sampai sambil nonton barney, sampai naik sepeda, sampai dipaksa, ga ada yang
berhasil.
Saya dengar GTM itu hal yang normal, biasanya akan disembuhkan oleh waktu.
Oh iya, di usia setahun itu pula saya mengganti susu enfapro ke enfagrow,
kemudian perlahan meninggalkan sufor untuk beralih ke UHT Ul*ra. Sampai akhirnya
di usia 14 bulan saya mulai menambahkan Ped*a*ure selang seling dengan UHT,
karena tidak ada makanan yang berhasil masuk sama sekali, sampai akhirnya
biskuit pun ditinggalkannya.
Saya tahu menambahkan Pe*ia*ure itu bukan tindakan yg bijaksana, tapi saya pikir
itu adalah shortcut yang paling tepat saat itu.
untungkan ellese masih doyan minum susu.
Sampai saat itu, udah genap 4 bulan ellese GTM,
saya mulai gundah memikirkan efek jangka panjangnya kalo keadaan seperti ini
diteruskan.
Saya mulai memikirkan mau konsul ke Klinik Picky Eater, tapi sebelumnya pengen
juga berbagi dan mendengar opini dari smart parents di sini.
Cara seperti apa yang harus saya ambil sebelum ke klinik tersebut?
- variasi makanan sudah dilakukan,
- variasi suasana telah dilakukan,
- apakah UHT bisa bikin anak ga selera makan? perlukah diganti dengan sufor
biasa lagi?
- katanya anak ga akan membiarkan dirinya kelaparan, apakah dengan seharian
tidak memberinya susu dia akan mau makan?
maksudku, anak umur 16 bulan udah ngerti dengan konsep "kalo lapar harus makan",
- aku membiarkannya makan sendiri setiap sesi makan, disamping aku menyuapinya
dari samping, ellese keliatan tertarik, tapi yang masuk tetap aja cuma beberapa
butir nasi di awal, sisanya dibuat main, sedangkan makanan yang disuapiku tidak
masuk.
Ditunggu masukan dan pencerahannya yah,
thanks banget udah mau meluangkan waktu membaca curhatku yang panjang ini
warm regards,
Respon Saya:
coba bantu ya mba ... (kalo soal picky eater selalu mengingatkan pengalaman saya
pada nafi-ku)
pertama, seusia ellese dengan BB segitu masih normal lho mba.
anakku yang pertama, nafi', BBnya naik turun 9-10kg terus sejak 9bln-20bln.
apakah ada yang kurang dari nafi' dengan BB segitu thok? enggak tuh, tetep
lincah, perkembangan yang lain baik2 saja, dan memang memasuki masa picky eater,
hehehhehehe
sebetulnya kalo dari cerita mba ..... ellese bukan picky eater, mengingat
sebelum usia setaun dia menikmati saat makannya, dan nga ada cerita GTM.
lalu kenapa jadi GTM?
kalo boleh berpendapat ..... kliatannya itu efek stress dan frustasi mba
terhadap target yang ditetapkan sang DSA.
anak2 itu sensitif terhadap ortunya lho mba.
kliatannya sejak sang DSA berpendapat, yang dikejar mba adalah ellese harus
makan, ellese harus konsumsi something tuk mencapai target yang diharapkan.
balik lagi seperti beberapa waktu lalu saya pernah crita di sini untuk kasus
yang hampir mirip, yaitu makan dikemut. sebetulnya yang dilakukan ellese adalah
bentuk lain dari cara dia mengkomunikasikan sesuatu terhadap ortunya. kalo pada
kasus nafi', dia mengemut makanan berlama2 karena dia ingin menyampaikan pesan
..... "aku lagi nga mau makan, aku masih kenyang"
dan tampaknya dugaan saya ini semakin benar, karena mba justru semakin panik
dengan GTM ellese, lalu menyikapinya dengan memberikan pedia.....
asle dey mba pedia.... itu bener2 ngerusak tata kelola makan pada anak. saya dah
liat sendiri dengan mata kepala bukti2 disekitar saya. sekalinya mengenal
pedia...... anak jadi terkesan addict, karena itu memuaskan dia utk nga makan,
utk nga mengunyah, utk nga perlu bertengkar dengan ortunya yang paksa2 makan ini
itu. dan semua yang saya liat itu akhirnya baru benar pola makannya setelah
pedia.... betul2 distop. bahkan sekedar disimpan tuk jaga2 di rumah pun nga
boleh.
yang mungkin bisa mba lakukan .....
tarik napas dalam2 dan yakinkan terus pada diri mba sendiri yang harus dikejar
itu bukan target supaya ellese harus makan, tapi targetkan ellese selalu nyaman
pada saat makan, sesedikit apa pun makanan yang masuk ke mulutnya.
ellese sudah setahun lebih ..... jadi makanan utama bukan lagi susu. so jangan
gantungkan susu sebagai jalan selamat. jangan jadikan kebiasaan kalo anak tidak
makan lalu dicekoki susu. jangan dijadikan kebiasaan anak harus menghabiskan
susu dengan target sehari sekian cc/ml.
semua butuh proses ..... nga bisa dalam waktu sehari mba nyoba ngetes rasa lapar
ellese trus dia jadi doyan makan gitu aja. so yang harus dilakukan kontinuitas.
yakin dan tetapkan, pola lapar maka anak akan makan. perlahan2 ..... nanti
proses akan membuktikan pada mba memang itu yang terbaik. karena itulah yang
alami dimiliki setiap makhluk hidup.
usia seperti itu memang menuntut ortu harus kreatif dan inovatif. nga bisa
sepaket jawaban memjamin ellese jadi bisa makan asyik dan nga GTM lagi. Ajak
ellese bikin menu sendiri, ikutan nyiapin makanannya, taruh makanannya diwadah
warna-warni yang lucu, bercerita saat ellese sedang makan .......
buanyaaaaaakkkkk hal. tapi kunci supaya ortu bisa kreatif dan inovatif cuma
satu, ortu harus relax, nga melulu dibebani akan target2. saat itulah anak
menjadi yakin .... my mom always love me what the way i am, bukan karena aku
makan sesuai yang diporsikan, bukan karena aku menghabiskan susu yang sudah
disediakan, bukan karena BB-ku sesuai harapan mama, my mom always love me cause
just she love me so much.
PUTRI
KLIPING SEHAT : Masa Phallic
Hallo semua, maaf mau oot...tapi mash ngomongin anak2 kok
Anaku Najwa 2,5 tahun sepertinya sudah memasuki fase phalicnya
teori tentang fase ini bisa dilihat di sini
http://en.wikipedia .org/wiki/ Phallic_stage
atau disini
http://www.inspired kidsmagazine. com/ArtikelChild ren.php?artikelI D=42
Sejauh ini dia melakukan 'palic' di depan saya..tanpa sembunyi sembunyi
sering saya alihkan atau larang dengan alasan nanti klo pipis sakit dsb..
tapi tetep balik juga
bahkan suka minta ijin "ayah najwa mau gini....jangan marah ya"
akhirnya ayahnya pun bilang "ya, tapi bentar aja"
Najwa pun jawab "ya" terus melakukan 'palic' ini di tepi kasur
kami pun sering kehabisan ide utk mengalihkanya. ..
kami tdk melarang dg keras karena kami takut nanti malah membuatnya semakin
tertantang dan malah melakukanya diam2 dibelakang kami
Nah bagi bunda/ayah yg punya pengalaman ini cerita dong...
atau bagi psikolog/psikiater (apa ya istilahnya) bagi ilmunya dong..
karena jujur aja kami agak takut juga klo proses ini keterusan jadi
masturbasi, maaf.
Terimakasih sebelumnya
salam,
D
Respon Saya:
Coba tanyakan Najwa apa yang ia rasakan saat melakukan itu?
Misal, jawabannya enak atau asyik.
Lalu coba ajak dia membandingkan dengan kegiatan2 yang juga akan membuatnya enak
dan asyik. Arahkan Najwa untuk menyalurkan rasa enak, nikmat atau asyiknya itu
keaktivitas lain. Kalo Najwa gemar corat-coret ya arahkan penyaluran ke situ.
Kalo gemar berlarian lincah, berarti saatnya Ayah Bunda-nya untuk olah raga
bersamanya. Kalo gemar bermain boneka, berarti mulai ajari bermain peran.
So far ..... umumnya anak akan melakukan hal tersebut bila dia nganggur. Bila
Najwa blum mampu menciptakan aktivitas sendiri, maka orang2 dewasa di
sekitarnyalah yang berkewajiban memberi aktivitas yang menyenangkan untuknya.
Tidak cukup hanya dengan memaklumi perilakunya tersebut. Karena bila pemakluman
itu imagenya kuat untuk Najwa, maka ia akan berpikir perilakunya ini tidak beda
dengan bermain.
Sedikit menanggapi conversation Najwa dengan Ayahnya.
Disitu sebetulnya Najwa sudah tau, tindakannya tidak layak secara moral dengan
kata2nya
"ayah najwa mau gini....jangan marah ya"
Lalu apa yang sebaiknya dilakukan Ayahnya ......
Coba katakan ......, "Najwa sedih nga kalo pengen main sama Ayah, tapi Ayahnya
malah asyik mbetulin mobil sendiri. Pokoknya Ayah justru asyik utak-atik sendiri
dan nyuekin Najwa. Sedih kan. Sekarang ini sama persis, nak. Ayah padahal pengen
bangeds becandaan sama Najwa, tapi kok malah dicuekin Najwa begini ya.
Duuuuuhhhhh sedih bangeds niy Ayah jadinya. Kita main kitik2 aja yuk. Pasti
jaauuuuhhh2 lebih asyik, hehehehhehe"
Memang harus ada ketegasan dan konsistensi sikap. Tidak perlu otoriter, apalagi
galak. Dan betul seperti yang sudah dikatakan mba Diani sebelumnya, itu akan
membuat anak takut dan tertantang lagi. Nah, disinilah kreativitas ortu harus
bermain. ya ... begitulah seni menjadi ortu dan mendidik anak ;-P
PUTRI
Anaku Najwa 2,5 tahun sepertinya sudah memasuki fase phalicnya
teori tentang fase ini bisa dilihat di sini
http://en.wikipedia .org/wiki/ Phallic_stage
atau disini
http://www.inspired kidsmagazine. com/ArtikelChild ren.php?artikelI D=42
Sejauh ini dia melakukan 'palic' di depan saya..tanpa sembunyi sembunyi
sering saya alihkan atau larang dengan alasan nanti klo pipis sakit dsb..
tapi tetep balik juga
bahkan suka minta ijin "ayah najwa mau gini....jangan marah ya"
akhirnya ayahnya pun bilang "ya, tapi bentar aja"
Najwa pun jawab "ya" terus melakukan 'palic' ini di tepi kasur
kami pun sering kehabisan ide utk mengalihkanya. ..
kami tdk melarang dg keras karena kami takut nanti malah membuatnya semakin
tertantang dan malah melakukanya diam2 dibelakang kami
Nah bagi bunda/ayah yg punya pengalaman ini cerita dong...
atau bagi psikolog/psikiater (apa ya istilahnya) bagi ilmunya dong..
karena jujur aja kami agak takut juga klo proses ini keterusan jadi
masturbasi, maaf.
Terimakasih sebelumnya
salam,
D
Respon Saya:
Coba tanyakan Najwa apa yang ia rasakan saat melakukan itu?
Misal, jawabannya enak atau asyik.
Lalu coba ajak dia membandingkan dengan kegiatan2 yang juga akan membuatnya enak
dan asyik. Arahkan Najwa untuk menyalurkan rasa enak, nikmat atau asyiknya itu
keaktivitas lain. Kalo Najwa gemar corat-coret ya arahkan penyaluran ke situ.
Kalo gemar berlarian lincah, berarti saatnya Ayah Bunda-nya untuk olah raga
bersamanya. Kalo gemar bermain boneka, berarti mulai ajari bermain peran.
So far ..... umumnya anak akan melakukan hal tersebut bila dia nganggur. Bila
Najwa blum mampu menciptakan aktivitas sendiri, maka orang2 dewasa di
sekitarnyalah yang berkewajiban memberi aktivitas yang menyenangkan untuknya.
Tidak cukup hanya dengan memaklumi perilakunya tersebut. Karena bila pemakluman
itu imagenya kuat untuk Najwa, maka ia akan berpikir perilakunya ini tidak beda
dengan bermain.
Sedikit menanggapi conversation Najwa dengan Ayahnya.
Disitu sebetulnya Najwa sudah tau, tindakannya tidak layak secara moral dengan
kata2nya
"ayah najwa mau gini....jangan marah ya"
Lalu apa yang sebaiknya dilakukan Ayahnya ......
Coba katakan ......, "Najwa sedih nga kalo pengen main sama Ayah, tapi Ayahnya
malah asyik mbetulin mobil sendiri. Pokoknya Ayah justru asyik utak-atik sendiri
dan nyuekin Najwa. Sedih kan. Sekarang ini sama persis, nak. Ayah padahal pengen
bangeds becandaan sama Najwa, tapi kok malah dicuekin Najwa begini ya.
Duuuuuhhhhh sedih bangeds niy Ayah jadinya. Kita main kitik2 aja yuk. Pasti
jaauuuuhhh2 lebih asyik, hehehehhehe"
Memang harus ada ketegasan dan konsistensi sikap. Tidak perlu otoriter, apalagi
galak. Dan betul seperti yang sudah dikatakan mba Diani sebelumnya, itu akan
membuat anak takut dan tertantang lagi. Nah, disinilah kreativitas ortu harus
bermain. ya ... begitulah seni menjadi ortu dan mendidik anak ;-P
PUTRI
Juni 03, 2009
HAK & KEWAJIBAN KONSUMEN, Catatan dari Peristiwa Tragis yang Dialami Prita Mulyasari
Catatan berikut adalah murni copy-paste tulisan seorang teman (Yuli Sukri). Catatan yang baik sebagai hikmah dari peristiwa tragis yang menimpa Prita Mulyasari. Peristiwa yang sangat mungkin bisa juga kita alami.
Hikmah yang dapat diambil "kasus ibu prita" by Yuli Sukri
Berkaca dari pengalaman ibu prita,... rasa2nya.. ujung2nya balik lagi ajakan "belajar yuuuk"...
Saya hanya mau highlight aja soal hak dan kewajiban sebagai konsumen kesehatan *hehehe baru refresh dari seminar tanggal 27 mei 2009 kemarin*
*****************************************************************
HAK & KEWAJIBAN KONSUMEN
Hak-kewajiban konsumen dituangkan dalam UU RI no 8 tahun 1999, PASAL 4, BAB III tentang PERLINDUNGAN KONSUMEN, hak-kewajiban pasien tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Medik No YM 02.04.3.5.2504, 10 Juni 1997. Pada prinsipnya, keduanya seiring dan sejalan.Selanjutnya, hanya akan diambil beberapa konsep inti yang mencerminkan posisi dan peran kita perihal layanan kesehatan.
Dalam UU tersebut di atas antara lain tertulis:
1. Hak memperoleh informasi dan pendidikan/binaan. Artinya, sebagai pasien kita berhak memperoleh penjelasan dan edukasi kesehatan terutama kesehatan dasar.
2.Pasien berhak memperoleh penjelasan mengenai kondisi kesehatan dan tatalaksana yang direncanakan, segala risiko dari rencana terapi tersebut
3. Pasien juga harus memperoleh informasi perihal terapi lainnya. Informasi harus obyektif (dapat dipertanggung jawabkan), tidak dipengaruhi kepentingan pihak lain dan semata-mata demi kesejahteraan konsumen.
4. Masih seputar informasi kesehatan, pasien juga berhak memperoleh informasi dari pihak ketiga, sekiranya diperlukan (opini kedua atau 2nd opinion).
*************
Jadi rasanya yang diminta sama ibu prita itu tidak berlebihan, kalo ditinjau dari hak-nya sebagai konsumen kesehatan.
Apakah dari kasusnya ibu prita, membuat kita jadi "malas" untuk mengeluarkan uneg2 terhadap pelayanan kesehatan di
Disemua bidang,
Semua pihak, beberapa waktu yang lalu dikagetkan dengan adanya pemberitaan mengenai "puyer".. well selama ini... mungkin kita hanya dihadapkan pada satu kebiasaan bahwa puyer adalah yang terbaik untuk anak-anak, karena komposisinya bisa disesuaikan.
Namun,.. ternyata dibalik itu,... risiko/faktor negatif-nya juga ga sedikit
Nah,.. begitu pula dengan kasus RS ini..
Mudah2an banyak rumah sakit yang juga berkaca...
sehingga,.. ujung2nya konsumen kesehatan yang diuntungkan...
biar ke depannya,... konsumen kesehatan bisa mendapatkan hak-hal-nya itu..
dan terutama.. penyedia jasa kesehatan bisa lebih profesional dan benar-benar bisa mengacu
pada standar internsional (guideline WHO dan berdasarkan patient safety).
Perannya konsumen kesehatan gimana doong?..
*saya copy paste dari bahan seminar kemarin yaa...*
*************
Jangan ragu-ragu meminta informasi yang sejelas-jelasnya; pahami sepenuhnya semua instruksi pengobatan yang telah disusun oleh dokter. Di lain pihak, tanyakan ada tidaknya metode pengobatan lain. Baca
1. “Apa masalah kesehatan yang sedang dialami; apa penyebabnya?”
2. “Apa yang harus saya lakukan?”
3. “Apa yang harus dicermati; kapan harus menghubungi dokter?”
Saat berkonsultasi, kita juga harus melaporkan reaksi atau efek samping obat yang tengah atau pernah dialami. Di lain pihak, bila kita memiliki pengetahuan dasar kesehatan maka kita mempunyai gambaran untuk membedakan antara komplikasi dengan malapraktek sehingga tidak mudah menyalahkan dokter saat merasakan adanya suatu kelainan.
******************
Maksudnya.. kalo belajar segala sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan diri sendiri dan keluarga,.. pasti segala cara akan ditempuh. bener ga? hihihi....
Mudah2an teman2 belum bosen dengan ajakan saya untuk browsing artikel2 kesehatan dari web favorit saya (http://www.mayoclinic.com/)
Baca aja ga cukup...
Print artikelnya,... di-compile ke binder.. dan ditaruh dengan rapi di tumah..
Jadi.. sewaktu-waktu kita/keluarga mengalami suatu gejala,.. pertolongan pertamanya adalah:
1. liat artikel itu.
2. baca mengenai symptom (gejala) dan bandingkan dengan kondisi kita --> mathing ga
3. kalo gejala yang dialami sama dengan yang tertulis, baca mengenai home treatment dan "when to seek the doctor"
4. kalo kurang yakin, konsultasi ke dokter sambil bawa artikel itu.. jadi bisa konsultasi dengan dokternya.
Konsultasi juga salah satu bentuk treatment dari dokter..... karena pelayanan dokter, tidak selalu berakhir dengan peresepan obat.
Pengen-kan mendapat pola pengobatan rasional?...
saya copy paste-kan yaa...
***************
Langkah-langkah dalam proses pengambilan keputusan pengobatan rasional. Menurut WHO, RUD akan terwujud bila pendekatan sesuai alur di bawah ini:
1. Pasien dan permasalahannya. Dokter harus mengumpulkan data perihal perjalanan penyakit dan pengobatan yang pernah diperoleh pasien.
2. Diagnosis: diagnosis tepat atau akurasi tinggi. Bila tidak memungkinkan, setidaknya ada diagnosis perkiraan untuk selanjutnya dikonfirmasi dengan pemeriksaan penunjang (laboratorium, pemeriksaan radiologis, dan sebagainya). Selanjutnya dokter memberi penjelasan kepada pasien perihal kondisinya
3. Tujuan terapi: dipengaruhi jenis penyakit dan “keparahan”nya. Secara garis besar tujuan adalah kesembuhan atau berkurangnya/hilangnya gejala/keluhan.
4. Pemilihan obat. Dilakukan dalam dua tahapan berikut:
- Menetapkan obat yang akan dipilih: Tidak jarang, gangguan kesehatan seseorang cukup diatasi dengan nasehat; bukan obat.
- Dari berbagai obat yang tersedia di tahap pertama di atas, dilakukan kajian dari berbagai aspek yaitu efektivitas, keamanan, suitability, biaya, kemudahan pemberiannya, serta persyaratan penyimpanannya
5. Terapi dimulai: Dokter meresepkan obat; memberi penjelasan manfaat dan efek samping obat serta tindakan seandainya terjadi reaksi efek samping obat.
- Hasil terapi: Dokter melakukan penilaian terhadap terapi yang sudah dilakukan agar dapat menyimpulkan hasilnya.
- Kesimpulan terapi: Dokter menilai tercapai tidaknya tujuan terapi. Bila tujuan tidak/belum tercapai, dokter meninjau kembali akurasi diagnosis serta mengevaluasi kepatuhan pasien dalam menjalankan terapi.
*****************
Jadi,.. kalo konsumen kesehatannya sudah kritis,... dan tau bagaimana pola pengobatan rasional,.. harusnya sih kalo ke dokter bisa lebih lama diruang praktek *bisa 10 - 30 menit, diskusi soalnya*.. padahal, banyak temen2 yang harus ngantri berjam-jam, dan pas dapat giliran.. ehem.. ehem.. cuman sekitar 5 menit (jadi inget tayangan soal puyer di RCTI,.. thanks to RCTI).
Akhir kata,.... perubahan dapat dimulai dari konsumen,... jadi.. bergandengan tangan yuuk untuk Indonesia yang lebih baik.... *terutama untuk anak-cucu kita*
*sebagian tulisan meng-copy paste dari bahan Seminar Pola Pengobatan Yang Rasional, dr Purnamawati SpAK*
mohon maaf apabila kurang berkenan..
piis yooo'...
salam,
-yuli-
Mei 18, 2009
if you trust me ...... so please talks to me and being honest with me !!!
Seberapa sering kita jadi sulit bersikap jujur? Terlebih berkata jujur kepada orang2 terkasih, kepada mereka yang kita yakini teramat sangat kita cintai?
Alasan yang melatarbelakanginya hampir selalu terkesan sederhana, bahkan mungkin naif ..... hanya karena kita tidak ingin kejujuran itu akan melukainya, akan menghancurkan kebahagiaannya, akan membuatnya khawatir dan kebingungan. Lalu berdasar asumsi tersebut kita meyakini bahwa silent is gold, bahwa menyimpan kejujuran adalah jalan terbaik melindungi yang terkasih.
Berapa sering kita jumpai :
Seorang suami terlilit utang ratusan juta rupiah kekeuh bungkam dari sang istri. Hanya karena ia tak ingin sang terkasih syok dan kalap.
Seorang istri tak kunjung pernah mengalami orgasme saat berhubungan intim, tapi mengunci mulutnya rapat2 dari sang suami. Hanya karena ia tak mau sang terkasih merasa gagal dan tak berdaya.
Seorang gadis mendapatkan hasil test pack-nya positive dan memilih segera menggugurkan kandungannya segera dengan cara apa pun. Atau seorang pria muda mengetahui dirinya telah menghamili anak gadis orang dan memilih tak peduli, bahkan mengintimidasi si gadis. Hanya karena mereka enggan membuat ortu tersayang pilu dan malu.
Sepasang suami istri yang berjuang saling bersopan santun bertahun2 demi menutupi bahtera rumah tangganya yang sudah hancur berkeping2. Hanya karena tak rela keluarga tersayang, anak2 tercinta menjadi ikut terluka dan hancur.
Atau mungkin kita termasuk jugakah salah satunya......
Lalu benarkah dengan menyimpan kejujuran dari mereka yang kita cintai, cinta kita akan lebih besar, lebih bermakna, lebih berharga? Karena kita merasa kita telah berkorban demi mereka sang tersayang? Demi kebahagiaan mereka yang tak terusik?
Bertahun2 yang lalu ada 2 kejadian yang membuat saya merasa seperti ditabrak kereta api.
Pertama, seorang sahabat terbaik saya enggan memberitahukan kematian ibundanya, karena menurutnya kepedihannya hanyalah tanggungan dirinya semata.
Kedua, seorang sahabat yang enggan memberitahukan bahwa ia telah bertemu dengan calon pasangan hidupnya kelak, hanya karena saat itu saya masih single dan jomblo.
Dua kejadian itu memang tidak sedramatis contoh rekaan yang saya berikan di atas. Namun, membuat saya paling tidak tahu rasanya "ditipu" orang yang saya cintai. Dan ...... well, rasanya terhina dan direndahkan.
Kalau menurut saya siy, kalaupun kita memilih menyimpan kejujuran dari orang2 yang kita sayangi tidak lebih karena sesungguhnya kita takut. Dan ketakutan terbesar adalah kita takut mereka akan meninggalkan kita. Jadi sebetulnya kita berbuat seperti itu lebih karena alasan ketakutan kita sendiri. Kita sudah lebih dulu men-judgment mereka, bahkan sebelum mereka tahu mereka berhak memberi respon. So unffair, kan ......
Tidakkah asumsi2 yang telah saya sebut di atas sebagai rekayasa pemakluman kita menyimpan kejujuran dari orang2 terkasih justru mencurangi cinta dan sayang yang terjalin di kedua belah pihak? Bukankah dengan menyimpan kejujuran sesungguhnya kita ragu akan cinta dan sayang mereka terhadap diri kita? Kita ragu mereka tidak betul2 mampu menerima diri kita ini apa adanya? Kita ragu mereka tidak sanggup melewati "badai tornado" bersama-sama, bersisian dan bergenggaman?
Well, bila memang begitu .... sepertinya ada benarnya "Seringkali orang yang paling menyakiti diri kita adalah mereka yang paling kita cintai/sayangi". Dan menurutku dengan memilih menyimpan kejujuran alih2 demi melindungi orang2 terkasih, sesungguhnya kita nga lain sedang menikam ulu hati mereka dari pintu belakang.
Gwe bisa ngebayangin persis perasaan gwe seandainya my hubby punya problem segedhe Mount Everest dan gwe tau-nya justru karena ada orang lain yang keceplosan ngomong ..... Rasanya dijamin kek jadi pelacur di rumah sendiri. Nista dan hina dina. Syok berat karena nga nyangka ternyata cinta gwe nga pernah cukup tuk membikin dia yakin dan percaya sama gwe. Kehancuran emosional gwe pasti teramat parah daripada mendengar serangkaian bad news yang keluar dari mulut my hubby sendiri.
So ... if you really2 love somebody, and you trust your love on him/her, so please, please, please talks honestly to him/her.
Alasan yang melatarbelakanginya hampir selalu terkesan sederhana, bahkan mungkin naif ..... hanya karena kita tidak ingin kejujuran itu akan melukainya, akan menghancurkan kebahagiaannya, akan membuatnya khawatir dan kebingungan. Lalu berdasar asumsi tersebut kita meyakini bahwa silent is gold, bahwa menyimpan kejujuran adalah jalan terbaik melindungi yang terkasih.
Berapa sering kita jumpai :
Seorang suami terlilit utang ratusan juta rupiah kekeuh bungkam dari sang istri. Hanya karena ia tak ingin sang terkasih syok dan kalap.
Seorang istri tak kunjung pernah mengalami orgasme saat berhubungan intim, tapi mengunci mulutnya rapat2 dari sang suami. Hanya karena ia tak mau sang terkasih merasa gagal dan tak berdaya.
Seorang gadis mendapatkan hasil test pack-nya positive dan memilih segera menggugurkan kandungannya segera dengan cara apa pun. Atau seorang pria muda mengetahui dirinya telah menghamili anak gadis orang dan memilih tak peduli, bahkan mengintimidasi si gadis. Hanya karena mereka enggan membuat ortu tersayang pilu dan malu.
Sepasang suami istri yang berjuang saling bersopan santun bertahun2 demi menutupi bahtera rumah tangganya yang sudah hancur berkeping2. Hanya karena tak rela keluarga tersayang, anak2 tercinta menjadi ikut terluka dan hancur.
Atau mungkin kita termasuk jugakah salah satunya......
Lalu benarkah dengan menyimpan kejujuran dari mereka yang kita cintai, cinta kita akan lebih besar, lebih bermakna, lebih berharga? Karena kita merasa kita telah berkorban demi mereka sang tersayang? Demi kebahagiaan mereka yang tak terusik?
Bertahun2 yang lalu ada 2 kejadian yang membuat saya merasa seperti ditabrak kereta api.
Pertama, seorang sahabat terbaik saya enggan memberitahukan kematian ibundanya, karena menurutnya kepedihannya hanyalah tanggungan dirinya semata.
Kedua, seorang sahabat yang enggan memberitahukan bahwa ia telah bertemu dengan calon pasangan hidupnya kelak, hanya karena saat itu saya masih single dan jomblo.
Dua kejadian itu memang tidak sedramatis contoh rekaan yang saya berikan di atas. Namun, membuat saya paling tidak tahu rasanya "ditipu" orang yang saya cintai. Dan ...... well, rasanya terhina dan direndahkan.
Kalau menurut saya siy, kalaupun kita memilih menyimpan kejujuran dari orang2 yang kita sayangi tidak lebih karena sesungguhnya kita takut. Dan ketakutan terbesar adalah kita takut mereka akan meninggalkan kita. Jadi sebetulnya kita berbuat seperti itu lebih karena alasan ketakutan kita sendiri. Kita sudah lebih dulu men-judgment mereka, bahkan sebelum mereka tahu mereka berhak memberi respon. So unffair, kan ......
Tidakkah asumsi2 yang telah saya sebut di atas sebagai rekayasa pemakluman kita menyimpan kejujuran dari orang2 terkasih justru mencurangi cinta dan sayang yang terjalin di kedua belah pihak? Bukankah dengan menyimpan kejujuran sesungguhnya kita ragu akan cinta dan sayang mereka terhadap diri kita? Kita ragu mereka tidak betul2 mampu menerima diri kita ini apa adanya? Kita ragu mereka tidak sanggup melewati "badai tornado" bersama-sama, bersisian dan bergenggaman?
Well, bila memang begitu .... sepertinya ada benarnya "Seringkali orang yang paling menyakiti diri kita adalah mereka yang paling kita cintai/sayangi". Dan menurutku dengan memilih menyimpan kejujuran alih2 demi melindungi orang2 terkasih, sesungguhnya kita nga lain sedang menikam ulu hati mereka dari pintu belakang.
Gwe bisa ngebayangin persis perasaan gwe seandainya my hubby punya problem segedhe Mount Everest dan gwe tau-nya justru karena ada orang lain yang keceplosan ngomong ..... Rasanya dijamin kek jadi pelacur di rumah sendiri. Nista dan hina dina. Syok berat karena nga nyangka ternyata cinta gwe nga pernah cukup tuk membikin dia yakin dan percaya sama gwe. Kehancuran emosional gwe pasti teramat parah daripada mendengar serangkaian bad news yang keluar dari mulut my hubby sendiri.
So ... if you really2 love somebody, and you trust your love on him/her, so please, please, please talks honestly to him/her.
Langganan:
Postingan (Atom)
