Juli 21, 2009

KLIPING SEHAT : Psikotes

Dear all,

Putri saya 2th 9 bln sudah masuk PG. Disekolah diadakan psikotest untuk murid.

Minta pencerahan donk....apa perlu anak saya ikut dlm psikotest tsb ? terus umur
berapa idealnya seorang anak ikut dalam psokotest ?

Thanks,
V

Respon Saya:

ya ampun .... ya ampun .....
sekolahan sekarang memang "canggih" ya, hehehhehe ....
dan tembakan mereka selalu tepat di sasaran ..... mereka selalu mempermainkan
rasa khawatir dan was2 ortu terhadap masa depan anak.

setau saya niy mba ..... para pakar psikolog membuat psikotes itu idenya untuk
mengetahui diantaranya intelegensia seseorang, juga minat dan bakat. Tetapi
seluruh psikolog pun menyadari sesungguhnya tidak ada sebuah alat tes yang mampu
mengungkap bakat dan minat seseorang secara akurat. Kalo intelegensia memang
terbukti lebih akurat.

pertanyaannya sekarang, apakah anak usia 2.5 tahun sudah terlihat bakat dan
minatnya?
Jawabannya bisa iya dan tidak/belum.
Untuk orang2 seperti Beethoven, Mozart, dan Michael Angelo, bakat mereka sudah
jelas terlihat sejak amat dini (lengkapnya liat di wikipedia aja ya)
Tetapi orang2 seperti Einstein dan Thomas Alfa Edison, bakat mereka baru
terlihat bahkan setelah mereka sudah masuk kategori dewasa, sama sekali bukan
anak2.

so kalo saran saya siy mba .....
mba harus paham bahwa menjadi ortu yang terpenting itu optimal dalam mendukung
anak dan syukur2 mampu menfasilitasi minat2nya.
Perjalanan seorang anak 2.5 tahun itu masih puanjaaaaang mba ....... hehehehehhe
....

kembali pada pertanyaan mba perlukah anak mba di-psikotes?
kembali pada pilihan yang mba yakini paling baik untuk sang anak.

tapi, saya hanya mengingatkan ..... akibat fatal dari sebuah psikotes adalah
judgment. Tanpa kita sadari mentah2 kita menerima apa yang tertera pada hasil
sebuah psikotes. Padahal ..... hidup itu bukan seperti yang tertera pada
texbooks. Hidup itu ada semilir angin, ada badai dan topan, ada musim semi nan
indah, dan masih ada begitu banyak warna dalam kehidupan.

PUTRI

Tidak ada komentar: