Hallo semua, maaf mau oot...tapi mash ngomongin anak2 kok
Anaku Najwa 2,5 tahun sepertinya sudah memasuki fase phalicnya
teori tentang fase ini bisa dilihat di sini
http://en.wikipedia .org/wiki/ Phallic_stage
atau disini
http://www.inspired kidsmagazine. com/ArtikelChild ren.php?artikelI D=42
Sejauh ini dia melakukan 'palic' di depan saya..tanpa sembunyi sembunyi
sering saya alihkan atau larang dengan alasan nanti klo pipis sakit dsb..
tapi tetep balik juga
bahkan suka minta ijin "ayah najwa mau gini....jangan marah ya"
akhirnya ayahnya pun bilang "ya, tapi bentar aja"
Najwa pun jawab "ya" terus melakukan 'palic' ini di tepi kasur
kami pun sering kehabisan ide utk mengalihkanya. ..
kami tdk melarang dg keras karena kami takut nanti malah membuatnya semakin
tertantang dan malah melakukanya diam2 dibelakang kami
Nah bagi bunda/ayah yg punya pengalaman ini cerita dong...
atau bagi psikolog/psikiater (apa ya istilahnya) bagi ilmunya dong..
karena jujur aja kami agak takut juga klo proses ini keterusan jadi
masturbasi, maaf.
Terimakasih sebelumnya
salam,
D
Respon Saya:
Coba tanyakan Najwa apa yang ia rasakan saat melakukan itu?
Misal, jawabannya enak atau asyik.
Lalu coba ajak dia membandingkan dengan kegiatan2 yang juga akan membuatnya enak
dan asyik. Arahkan Najwa untuk menyalurkan rasa enak, nikmat atau asyiknya itu
keaktivitas lain. Kalo Najwa gemar corat-coret ya arahkan penyaluran ke situ.
Kalo gemar berlarian lincah, berarti saatnya Ayah Bunda-nya untuk olah raga
bersamanya. Kalo gemar bermain boneka, berarti mulai ajari bermain peran.
So far ..... umumnya anak akan melakukan hal tersebut bila dia nganggur. Bila
Najwa blum mampu menciptakan aktivitas sendiri, maka orang2 dewasa di
sekitarnyalah yang berkewajiban memberi aktivitas yang menyenangkan untuknya.
Tidak cukup hanya dengan memaklumi perilakunya tersebut. Karena bila pemakluman
itu imagenya kuat untuk Najwa, maka ia akan berpikir perilakunya ini tidak beda
dengan bermain.
Sedikit menanggapi conversation Najwa dengan Ayahnya.
Disitu sebetulnya Najwa sudah tau, tindakannya tidak layak secara moral dengan
kata2nya
"ayah najwa mau gini....jangan marah ya"
Lalu apa yang sebaiknya dilakukan Ayahnya ......
Coba katakan ......, "Najwa sedih nga kalo pengen main sama Ayah, tapi Ayahnya
malah asyik mbetulin mobil sendiri. Pokoknya Ayah justru asyik utak-atik sendiri
dan nyuekin Najwa. Sedih kan. Sekarang ini sama persis, nak. Ayah padahal pengen
bangeds becandaan sama Najwa, tapi kok malah dicuekin Najwa begini ya.
Duuuuuhhhhh sedih bangeds niy Ayah jadinya. Kita main kitik2 aja yuk. Pasti
jaauuuuhhh2 lebih asyik, hehehehhehe"
Memang harus ada ketegasan dan konsistensi sikap. Tidak perlu otoriter, apalagi
galak. Dan betul seperti yang sudah dikatakan mba Diani sebelumnya, itu akan
membuat anak takut dan tertantang lagi. Nah, disinilah kreativitas ortu harus
bermain. ya ... begitulah seni menjadi ortu dan mendidik anak ;-P
PUTRI
Juli 21, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar