Agustus 05, 2009

KLIPING SEHAT : Belajar Pada Balita

Dear Docs n Sps Moms n Dads also,

Mungkin ada yg pernah ngalamin seperti saya.
Anak saya (4Y10M) cenderung susah ngomong (gugup) dan menangkap pembicaraan
atau apa yg d ajarkan ke dia, kadang kalo d tanya jawabnya suka ga nyambung. Dan
setiap d ajari selalu keringetan ga karuan trus nangis (mungkin krn gugup n
takut). Apalagi kalo d bilangin, ia jawab 'iya ma, iya pa' tp tetep d ulangin
lagi.

Pernah waktu itu saya lg ngajarin berhitung 1-5, susahnya minta ampun,
keringetan n nangis (cengeng) padahal saya ngajarin sesabar sabarnya. Tp begitu
dia lg mainan tiba2 berhitung 1-5 dengan lancar (tanpa saya suruh).

Suatu sore suami nanya ke saya siapa yg ngajarinnya berhitung pake bahasa
inggris (1-10), (padahal )saya merasa ga pernah ngajarin. Begitu d tanya
jawabnya dr kartun yg sering dia tonton (Subhanallah).

Tp yg bikin saya n suami heran, kenapa waktu d ajarin ia ga bs tp malah
keringatan n nangis?? Apalagi kalo ngerjain PR, kadang saya sampai nangis krn ia
ga bs n ngerti apa yg saya berusaha sampaikan (waktu ngerjain atau belajar
sesuatu). Apakah anakku kelainan ato mengidap suatu penyakit?

Mohon masukan dan pencerahannya, mohon maav kalo udah pernah d bahas.
Terikamasih

Respon Saya :

ikutan menanggapi ya.

dari cerita mba dipastikan anaknya tidak mengalami disfungsional atau kelainan.
wajar kok mba. hal tersebut kerap terjadi pada anak2.

lalu kenapa itu bisa terjadi? sebetulnya kalo boleh bertanya, sebetulnya saat sang anak belajar yang lebih dulu spaneng (stress) itu sapa ya? ayah bundanya kah?

kerap ortu kurang menyadari n memperhatikan dirinya sendiri saat berhadapan dengan anak. kerap kali saat belajar terlebih ortu belum2 sudah berharap banyak, dan ketika harapannya tidak kesampaian mereka begitu kecewa sehingga tanpa mereka sadari kekecewaan itu tertangkap teramat jelas oleh anak. Kalo anak mba diberi kelonggaran untuk mengungkapkan uneg2nya, mungkin ia bahkan bisa mengungkapkan detil mimik sang mama saat mengajarinya. Mungkin senyum mama yang biasa sumingrah menjadi irit saat waktu belajar tiba, suara mama mungkin terdengar ganjil bila ia tidak mampu cepat menangkap yang dijabarkan mama, dll.

selain itu, ortu kerap kali lupa bahwa anak, terlebih balita kemampuan kognitifnya masih terbatas. sehingga memahami angka yang paling sederhana 1-5 sekalipun adalah pekerjaan yang menguras tenaga untuk mereka. Jadi bila hari senin baru diajari angka 1-5, janganlah bermimpi besok anak sudah paham. Bila anak baru paham minggu depan, itu sudah bagus lho. Bersamaan dengan itu, lagi2 ortu kerap lupa durasi belajar pada anak balita itu sangat variatif. Hari ini bisa betah 15 menit, besok cuma 5 menit, besok bisa 20 menit karena pujian2 makin banyak diterimanya, dll

dan yang terakhir, lagi2 ortu kerap tanpa sengaja melirik kemampuan anak lain sebaya anaknya, dan lalu menjadi cemas saat anaknya belum bisa ini itu bila dibandingkan temannya itu. belum lagi iklan2 yang betebaran di media massa yang semakin membuat cemas, saat di iklan2 itu menggembar-gemborkan anak2 nan mungil yang terkesan cerdas, smart dan membanggakan.

coba dey mba sediakan waktu yang rileks lalu tanyakan sang anak tentang perasaannya saat waktu belajar tiba. tanyakan pula keinginannya waktu belajar itu berlangsung seperti apa. tanyakan pula apa yang diharapkannya dari mama/papa saat waktu belajar tiba. dan terakhir jangan lupa katakan mama/papa selalu mencintainya dan selalu bangga padanya.

semoga membantu ya

PUTRI

Tidak ada komentar: